by

Banyak Khasiat, Minyak Serai Abel Disukai Turis Asing

Salah seorang turis asing (tengah) yang merasakan khasiat minyak serai Abel saat berkunjung ke Belitung Timur beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

Dikirim Hingga ke Belanda
Hanya Dijual di Belitung Timur

PANGKALPINANG- Minyak serai Abel ternyata tak hanya disukai masyarakat Belitung Timur saja tetapi juga  warga negara asing. Minyak serai dengan bermacam khasiat ini bahkan sudah dikirim ke sejumlah negara eropa seperti Turki dan Belanda.

Husnul Yakin, pelaku UMKM minyak serai Abel mengatakan minyak serai miliknya memang telah dikirim ke Turki dan Belanda. Produk minyak serai berwarna sedikit kekuning-kuningan ini disukai karena mampu memberikan rasa hangat bagi tubuh saat suhu udara cukup dingin.

“Mereka sering memesan dan menyukainya karena kualitas dan manfaatnya yang baik bagi tubuh disaat cuaca yang cukup dingin disana,” ungkap Husnul saat ditemui di Balai Latihan Koperasi dan UMKM (Balatkop) di Kota Pangkalpinang, Kamis (14/3/2019).

Menurut dia, hal lain yang membuat para turis menyukai minyak serai Abel selain aromanya yang harum dan memberikan rasa hangat pada tubuh, juga mampu menyembuhkan sinusitis dan perut kembung.

“Minyak serai abel dalam bentuk freshcare dapat bermanfaat untuk mengurangi sinusitis dan menghilang perut kembung serta membuka jalan pernapasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa minyak serai Abel memiliki dua ukuran kemasan botol, yakni 30 ml dan 60 ml. Selain minyak serai gosok, terdapat juga produk lain seperti freshcare, roll on, dan sabun.

“Produk minyak serai Abel dipasarkan dengan kisaran harga 10.000-15.000 untuk ukuran 30 ml dan 20.000-25.000 untuk ukuran 60 ml. Untuk minyak serai Abel murninya dijual dengan harga 4.000 per ml,” jelasnya.

Husnul yang juga honorer di Damkar Belitung Timur ini menjelaskan, bahwa produksi minyak serai Abel masih menggunakan peralatan tradisional. Dalam sekali produksi, katanya, bisa menghabiskan waktu sekitar 6 jam.

“Minyak serai Abel hanya dijual di Belitung Timur. Selain itu, produk minyak serai Abel juga sering mengikuti event pameran. Pada event Babel Expo lalu, produknya habis terjual sebanyak 250 botol. Selain itu, stand minyak serai Abel menjadi stand dengan pengunjung terbanyak,” katanya.

Dalam mengembangkan usahanya, ada beberapa kendala yang dihadapi Husnul dan rekannya, yakni belum memiliki alat pengolahan penyulingan yang modern. Kendala lainnya ialah kemasan botol yang masih belum tetap ukuran volumenya.

Dia berharap kedepan bisa memiliki alat pengolahan penyulingan lebih modern demi meningkatkan jumlah produksinya. Selain itu juga bisa  memiliki botol dengan volume yang sama dan diproduksi sesuai dengan mereknya.

“Semoga bisa segera mendapatkan alat penyulingan yang baru dan botol kemasan yang dibuat sesuai dengan mereknya,” harapnya.(nov/rls/10)

Comment

BERITA TERBARU