by

Banyak Formasi CPNS Terancam Kosong

TES CPNS – Pelamar CPNS di Lingkungan Pemkab basel mengikuti Tes SKD pada hari ke-4 pelaksanaan seleksi CPNS 2018, di SMAN 1 Toboali. (foto: Dedi Irawan)

Ribuan Peserta Berguguran
Menpan RI Diminta Tinjau Ulang Passing Grade

SUNGAILIAT – Memasuki hari ke-4 pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, ribuan peserta yang mengikuti tes baik di lingkungan pemprov, kabupaten/kota di wilayah Bangka Belitung harus mengubur impiannya menjadi Aparatur Negeri Sipil.
Di Kabupaten Bangka, berdasarkan hasil tes CPNS dari 1.155 orang peserta yang sudah mengikuti tes CPNS dari Senin (5/11/2018) hingga Rabu (7/11/2018) kemarin, hanya 46 orang peserta yang lulus passing grade. Kondisi tersebut tak jauh bedanya dengan hasil tes CPNS di daerah lainnya.
“Banyak yang tidak lulus, tapi kita tidak tau faktornya apa, yang jelas selama 3 hari baru lulus 46 passing grade,” jelas Surtam, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Bangka,Kamis (8/11/2018) di SMKN 1 Sungailiat.
Dikatakan Surtam banyaknya peserta yang tidak lulus di Tes Karakter Pribadi ( TKP).
“Saya memang belum melakukan analisis mendalam tetapi sekilas yang paling banyak peserta tidak lulus di TKP tes karakteristik pribadi,” lanjutnya.
Kelulusan Passing grade sendiri, berbeda dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), karena standar nilai kelulusan passing grade, apabila para peserta mencapai nilai-nilai yang sudah ditetapkan.
”Jadi ini baru lulus passing grade. Kalau mereka sudah mencapai nilai nilai yang telah ditetapkan, seperti TWK (75), TIU (80), TKP (143), itu sudah lulus Passing grade,” terang Surtam.
Sedangkan untuk kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), akan diambil tiga peserta dengan nilai terbaik dari hasil passing grade yang dinyatakan lulus SKD.
”Misalnya, puskesmas Sungailiat formasi dokter 1 yang melamar 7 orang,yang memenuhi passing grade 5 orang, maka yang lulus SKD tetap 3 orang, 3 kali formasi, jadi 1 sampai 3 yang tertinggi itulah yang lulus SKD,” tegasnya.
Sebagai kepala BKSDM Bangka Surtam berharap dengan sisa waktu 2 hari ada penambahan yang lulus passing grade yang signifikan.
“Kami mengharapkan lulus passing grade sebanyak 750 orang, karena formasi kita 250.3 kali formasi kali berart 750 orang,kami berharap potensi untuk memenuhi itu masih ada, karena masih ada 840 orang yang akan ikut tes. Kalo mereka yang tes 2 hari ini mempunyai kemampuan menjawab soal dengan baik In Shaa Allah terpenuhi. Tapi kalo dak sama seperti yang kemarin,” timpalnya.
Menurutnya, tidak terdapat banyak kendala selama perjalanan test seleksi CPNS tersebut, hanya saja pada selasa kemarin sempat terjadi kendala teknis, seperti pemadaman listrik.
”Kemarin sempet hari kedua mati lampu sebentar, tapi karena kesigapan pihak PLN, mereka memang siaga disini tidak ada terjadi kendala dalam pelaksanaan test, kami berterima kasih kepada PLN ketika mati lampu akibat dari faktor alam, kemarin hujan ada petir, biasanya secara otomatis mati listrik, tetapi langsung diatasi dengan pemasangan genset,” sebutnya.
*Konsul ke Menpan RB
Sedangkan di Kabupaten Bangka Selatan, tercatat 33 peserta yang lolos passing grade dari 1500 peserta yang telah mengikuti test tahap pertama seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hingga pukul 17.00 WIB Kamis (8/11/2018).
“Sampai hari ke empat (kamis_red) peserta yang lolos sebanyak 33 orang peserta. Tapi untuk hari ini masih ada satu sesi lagi yang masih berlangsung,” Kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Sumadi.
Menurutnya, seleksi hari ke-4 masih berlangsung sesi ke-4. Pemkab Bangka Selatan, melaksanakan ujian pada hari ke 2 hingga hari ke 5 sebanyak 4 sesi dengan dua lokasi yakni, SMA N 1 Toboali, dan SMP N 2 Toboali. Terpisah, Sekretaris Komisi I DPRD Basel mengungkapkan minimnya CPNS yang bisa lolos sesuai passing grade yang ditetapkan BKN sangat disayangkan. Hal ini akan menyebabkan banyak formasi CPNS yang diajukan dan disetujui oleh BKN sebanyak 218 terancam banyak yang kosong dan tidak terisi.
Dan sebelumnya saja sudah ada 4 formasi CPNS yang kosong tanpa ada pelamar dan peminat khususnya tenaga kesehatan khusus dokter spesialis. Menurut pantauan serta koordinasi dengan Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Bangka Selatan Sumadi bahwa sampai test kedua dari total 900 CPNS hanya 13 orang yang bisa mencapai Passing Grade yang ditetapkan BKN. Berdasarkan peraturan menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi No 22 tahun 2018 tentang Passing Grade Kelulusan CPNS tahun 2018 yaitu Test Wawasan Kebangsaan (TKW) adalah 75. Test Intelegensia Umum ( TIU ) adalah 80. Test Karakateritik Dasar (SKD) adalah 143.
“Namun tidak semua yang lolos Passing Grade dapat mengikuti seleksi Kopete si Bidang (SKB) untuk satu Jabatan, karena hanya ada 3 peserta yang lolos paling Grade yang berada di posisi 3 besar saja yang bisa ikut. Dan seorang peserta test CPNS yang mendapatkan nilai keseluruhan dari 3 kelompok soal (TKW, TIU, dan SKD) tertinggi saja belum tentu lolos jika ada salah satu dari ketiga kelompok soal tersebut nilainya di bawah Passing Grade (batas kelulusan), dan seseorang peserta CPNS yang memiliki nilai keseluruhan rendah jika ketiga nilai kelompok soal diatas ambang batas bisa lolos dari test CPNS,” Jelas politisi PKS ini.
Ia mengatakan menjawab solusi ini bagaimana Bangka Selatan bisa mengisi semua Formasi CPNS yang ditetapkan akan mempertanyakan dan berkonsultasi ke MenPAN RB untuk sekalian memohon agar bisa meninjau ulang passing grade yang sudah ditetapkan karena terlalu tinggi dan kalau bisa ditentukan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
“Menurut hemat kami sebagaimana sudah dibicarakan di Komisi 1 bahwa seleksi ini hanya untuk menjaring CPNS yang berkualitas dasarnya saja dan jika sudah lolos mereka dengan diadakan pra jabatan dan training lainnya pasti akan meningkatkan kualitas dan kompetensi mereka dan dihasil pra jabatan inilah menentukan seorang CPNS bisa ditentukan kualitasnya. Jika tetap dengan Passing Grade yang ada maka banyak sekali formasi tidak terisi dan kemungkinan baru bisa terisi berap tahun ke depan dan hal ini akan menyebabkan stagnasi kinerja pemerintah daerah akibat kekurangan ASN,” pungkasnya. (2nd/raw/6)

Comment

BERITA TERBARU