Bantah tak Indahkan Panggilan Bawaslu, Alex dan Bahar Sidang Lagi

  • Whatsapp

Sidang lanjutan adjudikasi dua orang calon perseorangan atau DPD RI, Bahar Buhasan dan Alexander Fransiscus, yang digelar Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bawaslu Babel) kembali tertunda.

Pasalnya dari pihak pelapor, Marshal Imar Pratama dan pihak terlapor, dalam hal ini kedua calon tersebut, sama-sama belum bisa melengkapi persyaratan, barang bukti, serta saksi-saksi seperti yang diminta oleh majelis sidang.

Salah satu Majelis Sidang Adjudikasi Bawaslu Babel, Firman Taripar Bangso Pardede mengatakan, selain itu baik pihak pelapor dan terlapor belum bisa memberikan keterangan secara tertulis.

“Pelapor belum juga menyampaikan ini, hanya secara lisan. Maka kami perintahkan supaya membuatnya secara tertulis. Secara lisan kan kemarin juga sudah disampaikan oleh terlapor, tetapi sesuatu yang tertulis akan menjadi dasar hukum yang tidak bisa dihapus,” kata Firman saat sidang di Kantor Bawaslu Babel, Senin (18/3/2019).

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada kedua belah pihak untuk bertanya ke sekretaris atau staf Bawaslu jika ada hal-hal yang dianggap kurang jelas. “Jika ada yang kurang jelas, supaya ditanyakan kepada staf Bawaslu Babel, bagaimana cara menulis secara pantas,” ujarnya.

Dengan demikian, sidang adjudikasi ditunda sampai Rabu (20/3/2019) pukul 09.00 WIB dengan agenda pembuktian di persidangan diikutsertakan bukti-bukti dan saksi yang bisa dihadirkan.

Sebelumnya, Bahar Buhasan dan Alexander Franciscus membantah, keduanya tidak bersikap kooperatif pada saat dua kali tidak menghadiri panggilan Bawaslu Babel beberapa waktu lalu.

Bahar mengatakan, ketidakhadiran dirinya pada panggilan Bawaslu, karena ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan.
“Saya mohon maaf kepada majelis atas dua kali undangan majelis kami tidak bisa hadir. Tetapi kami menunjukan sikap kooperatif kami. Yang pertama, pada tanggal 8 Maret, kebetulan saya ada tugas lain,” katanya saat memberikan keterangan di depan majelis sidang di Kantor Bawaslu Babel, Senin (18/3/2019).

Kemudian dijelaskannya, pada pemanggilan kedua dirinya juga tidak dapat hadir dikarenakan sedang menjalankan tugas keluar negeri. “Pada tanggal 13 Maret, saya sedang menjalankan tugas di Austria dari tanggal 13-18 Maret,” ujarnya.
“Sehingga dengan pemanggilan yang ketiga ini, dengan kooperatifnya kami sehingga saya harus pulang mempercepat tugas saya dari Austria. Sehingga saya harus beri konsekuensinya, saya harus beli tiket baru,” sambungnya.

Sedangkan Alexander beralasan, ketidakhadiran dirinya pada pemanggilan yang pertama dengan alasan sakit.
“Memang undangan pertama kita berhalangan hadir karena kondisi badan kita kurang sehat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia beralasan bahwa dirinya tidak dapat hadir pada pemanggilan kedua dikarenakan datang terlambat.
“Yang kedua, saya datang ke Bawaslu Babel ini, pada waktu itu sudah mau bubar,” tukasnya. (ron/1)

Related posts