Banjir APK Pemilu Menuju Masa Tenang

  • Whatsapp

Oleh: Muhammad Tamimi
Wartawan/Penulis Bangka Belitung

Masa kampanye yang dimulai sejak tanggal 23 September 2018 lalu akan berakhir tanggal 13 April 2019 ini. Waktu kampanye masih tinggal 16 hari tersebut bentar lagi akan masuk masa tenang sebelum hari pencoblosan tanggal 17 April 2019. Dalam masa penghujung kampanye Pemilu Serentak 2019 Pemilihan Presiden, DPD (perseorangan) dan Calon Legislatif, Alat Peraga Kampanye (APK) telah membanjiri Jalan Umum.

Masa akhir kampanye ini, titik keramaian termasuk jalan raya dan pusat keramaian dipenuhi APK. Deretan kiri kanan jalan raya di Pangkalpinang dan seluruh kabupaten di Bangka Belitung keberadaan APK bak jamur di musim hujan. Kehadiran APK ini memberikan ruang kepada peserta pemilu oleh KPU dan Bawaslu.

Pertanyaan Penulis, bagaimana dengan hak masyarakat yang terkadang risih atas kehadiran APK karena kenyamanan mereka terganggu? Kendati pemasangan APK itu diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Tetapi, masih saja ditemukan peserta yang membandel dalam pemasangan APK di wilayah terlarang.

Jika mengacu kepada aturan tersebut, sebaiknya tata cara pemasangan APK berjalan tertib dan aman. Khusus peserta pemilu yang membandel inilah mestinya diberikan teguran supaya pemasangan APK sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP), sehingga tidak menggangu hak warga dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengganggu Ketertiban Umum

Pemasangan APK tidak sesuai aturan berpengaruh besar bagi ketertiban umum. Jika tidak patuh, keberadaan APK menjadi berseliweran di jalan raya dan tempat umum. Parahnya, bila diterjang angin kencang, APK tumbang ke jalan raya dan menimpa para pengendara. Seperti kejadian di Pulau Jawa sejumlah baliho raksasa milik salah satu Paslon Presiden dan Wakil Presiden tumbang disapu angin dan menimpa pengendara saat melintas yang mengakibatkan warga melintas meninggal dunia. Kalau sudah demikian, siapa yang bertanggungjawab.

Hal serupa jangan terjadi di Bangka Belitung. Berhubung angin bertiup kencang saat ini, tidak menutup kemungkinan APK yang membanjiri sepanjang jalan umum diterjang dan tumbang ke badan jalan yang menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Bawaslu tampaknya sudah tak terkontrol dengan banyaknya APK yang muncul dipinggiran jalan raya, apapun kondisinya APK tetap menjadi pusat pengawasan.

Keberadaan APK juga bisa mengganggu tata keindahan kota. Dimana kota yang tertata dengan rapi dan bersih, namun dikotori dengan keberadaan APK yang merubah pemandangan menjadi tidak sedap dipandang mata. Setiap menoleh kiri kanan terlihat wajah caleg yang sedang tersenyum walaupun senyumnya bermaksud sejuta makna, puncaknya tidak konsentrasi dalam berkendara.

Kesadaran Peserta Pemilu

Selama masa kampanye Pemilu 2019, KPU dan Bawaslu meminta kesadaran dari peserta pemilu untuk tetap tertib dalam memasang APK dan tidak mengingkari PKPU yang telah ditetapkan. Karena keberadaan APK ini, menyangkut banyak pihak bukan sebatas mengakomodir keinginan para peserta pemilu saja, melainkan harus menghargai masyarakat yang nantinya akan memilih untuk tidak terganggu dengan kehadiran APK.

Parpol, Caleg dan Capres sebagai pemain dalam Pemilu 2019 ini, seyogyanya memahami aturan yang ditetapkan panitia (KPU). Jika telah sepakat, kesadaran diri yang tinggi dari peserta pun sebaiknya lahir. Karena pemilu bukan panggung untuk numpang nampang, tetapi merupakan bagian dari tahapan Pemilu. Yang diperebutkan ini adalah kursi wakil rakyat yang tugasnya memperjuangkan aspirasi di lembaga legislatif dan digaji dari uang rakyat. Seharusnya malu jika dalam proses pemilihan saja sudah membandel.

Sanksi dan Masa Tenang

Kepada pihak Bawaslu Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk menindak tegas peserta Pemilu yang memasang APK pada tempat terlarang. Sesuai aturan, perbuatan itu menjadi penyebab tidak tertibnya pemasangan APK. Bahkan merusak keindahan sebuah kota. Karena masih ditemukan APK yang terpasang secara terselubung di fasilitas umum, tempat ibadah dan pohon. Peserta Pemilu seperti ini, harus diberikan sanksi tegas supaya timbul efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

Setelah berakhirnya masa kampanye Pemilu Serentak 2019, peserta Pemilu untuk segera membersihkan APK dari tempatnya. Seluruh tempat atau titik pemasangan, seperti jalan umum dan pusat keramaian harus steril dari keberadaan APK. Pihak Bawaslu segera bertindak cepat menyurati peserta Pemilu supaya melepaskan APK Pemilu dari panggung pemasangan.

Jika tidak dicopot oleh pemiliknya, Bawaslu beserta pihak terkait untuk segera menurunkan APK agar “bersih” dari tempatnya. Setelah masuk masa tenang dilarang melakukan aktifitas apapun sampai hari pencoblosan tanggal 17 April 2019. Biasanya, dalam masa tenang inilah, para peserta Pemilu bermain kucing-kucingan dengan warga sebagai pemilik suara. Transaksi uang pun berpotensi tinggi dalam masa tenang ini. Selain Bawaslu dan KPU, masyarakat diharapkan ikut memonitor perkembangan dilapangan selama masa tenang agar steril dari kegiatan politik. (***).

Related posts