Bangunan Pasar Rakyat Koba Retak Berat, Kadin PU: Itu Tanggungjawab Pemerintah Pusat

  • Whatsapp
Tampak dinding bangunan di salah satu ruko di Pasar Rakyat Koba dalam kondisi retak, Senin (15/7/2019). (foto: Muhammad Tamimi)

KOBA – Kepala Dinas PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Hassan Basri dan Ketua DPRD Bateng Algafry Rahman meninjau Pasar Rakyat Koba, Senin (15/7/2019) menindaklanjuti keluhan pedagang soal retaknya sejumlah bangunan di pasar tersebut.

Pantauan harian ini, keduanya didampingi staf meninjau bagian dalam pasar hingga keliling ruko tempat pedagang berjualan. Usai mengecek bangunan yang retak, Hassan Basri mengatakan tanggungjawab pembangunan pasar tersebut adalah kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan.

“Pas kita cek tadi, memang ada bangunan yang retak. Bangunan yang retak itu diperkirakan tanah turun, sehingga mengakibatkan bangunan jadi retak,” ujar Hassan saat dikonfirmasi wartawan disela-sela peninjauan.

Pasca pengecekan, pihaknya akan melaporkan keluhan pedagang tersebut ke Satuan Kerja Kementerian Perdagangan untuk ditindaklanjuti. “Hasil yang kita cek ini akan kita laporkan ke pihak terkait untuk segera diperbaiki,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Algafry Rahman mengatakan meminta pihak terkait untuk segera menindaklanjuti keluhan pedagang yang mengkhawatirkan terjadinya kecelakaan atau roboh.

“Tadi saya cek ke lokasi memang benar kondisinya memperihatinkan. Banyak pedagang ngeluh rukonya retak-retak,” ujarnya.

Kendati pembangunan pasar dibangun Kementerian Perdagangan RI, namun pihak DPRD Bateng tetap mengawasi selagi dibangun menggunakan dana negara. “Selagi bangunan pasar itu dibangun menggunakan dana rakyat tetap kita awasi,” ungkapnya.

Kepada wartawan, sejumlah pedagang juga mengeluhkan bangunan ruko yang mereka tempati dalam kondisi retak yang sudah masuk kategori berat.

“Silakan liat pak, ne tempat jualan saya udah retak berat. Inipun udah dipalang pakai kayu biar nggak parah kalau nggak bisa nimpa kepala,” ujar salah seorang pedagang, Senin (15/7/2019).

Keluhan juga datang dari Sawal, pedagang lain karena ruko tempat jualannya juga retak dari atas hingga bawah.

“Kejadian sudah enam bulan ini namun belum juga diperbaiki, jelas ini sangat membahayakan. Mohon pemerintah daerah secepatnya menindaklanjuti masalah ini jangan sampai kelak roboh,” ungkapnya. (ran)

Related posts