Bangka Usulkan Bangun 10 Embung ke Kementerian

  • Whatsapp

Satu Embung Rp400 Juta
Bupati: Menteri Ingin Desa Punya Embung

SUNGAILIAT – Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto mengutarakan setiap tahun semua desa di Indonesia mendapat alokasi dana desa dari APBN yang harus digunakan sesuai ketentuan Kementerian Desa. Salah satu fokus Kementerian Desa adalah pembangunan 30.000 embung di Indonesia dengan nilai Rp 400 juta/embung.

“Kabupaten Bangka akan mengusulkan 10 embung untuk 10 desa ke Kementerian Desa. Namun ada sebanyak 4 embung yang akan dibangun sendiri oleh desa pada tahun ini. Hari ini (kemarin-red) desa dikumpulkan, desa-desa mana potensial bisa dibangun embung. Embung ini kan untuk pertanian. Maka desa-desa yang menerima embung adalah desa-desa berbasis pertanian,” sebut Pan Budi, Selasa (31/1/2017) siang.

Lebih lanjut dikatakan Pan Budi, arah Kementerian Desa adalah pembuatan Bumdes dengan skema pengembangan Bumdes melalui pola kemitraan dengan BUMN. Kabupaten Bangka sedang menjaring 4 desa yang mempunyai Bumdes terbaik. Nantinya Bumdes dengan 4 BUMN profit bagus difasilitasi kementerian akan diberikan bantuan penguatan modal Rp 50 juta/Bumdes. Bumdes terpilih pun akan menjadi chanelling BUMN untuk pemasarannya.

“Misalkan Bumdes nanti mitranya BUMN Pertamina, semua barang yang diproduksi BUMN Pertamina saat disalurkan ke Kecamatan maka channelingnya BUMdes, jadi nanti Bumdes seperti distributor produknya BUMN,” ujarnya.

Selain itu, nantinya ada fokus untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga di desa bagi desa potensial dengan kecenderungan masyarakatnya adalah masyarakat olahraga. Terkait irigasi desa, sesuai visi Nawa Cita yakni kedaulatan pangan yang harus didukung dengan persawahan dan di dalamnya terdapat irigasi diarahkan ikut dibangun oleh desa.

“Beberapa desa potensial akan dibangun irigasi desa. Ada irigasi primer, sekunder urusan pusat dan kita (kabupaten). Kalau irigasi di desa istilahnya irigasi tersier dalam skala kecil, itu yang ingin diwujudkan. Kalau semua berjalan baik, pembangunan embung dan beberapa program itu berjalan di desa, Pak Menteri Desa akan berkunjung ke Bangka pertengahan tahun, Juni atau Juli 2017. Apabila hasil kunjungan dinilai bagus, maka akan diikuti kunjungan Presiden RI,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Bangka, Tarmizi Saat saat Rapat Koordinasi (Rakor) di Rumah Dinas Bupati Bangka, Selasa siang kemarin meminta kepada pihak desa se-Kabupaten Bangka menyelaraskan program dengan pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten untuk tahun 2017. Selain itu, penyelesaian APBDes juga diminta selesai tepat waktu.

Dikatakan Tarmizi, dari koordinasi dengan Menteri Desa selain soal APBDes yang harus selesai tepat waktu juga diarahkan pembangunan irigasi, pasar desa, kawasan pertanian, kawasan wisata dan desa one villages one product (satu desa satu produk). Pembangunan menggunakan APBdes pun diarahkan seperti untuk embung desa serta program pemberdayaan masyarakat.

“Kita berharap dalam penyusunan APBdes yang akan datang nantinya pak camat yang teken sesuai petunjuk dari atas, karena dana cukup banyak. Pak Menteri ingin embung tiap desa itu ada dan nanti Pak Presiden bisa datang ke sini. Yang jadi kewenangan desa silahkan (dibangun) tapi kami juga ada (APBD Kabupaten), termasuk dari APBN dan APBD provinsi sebagai sumber dana,” jelas Tarmizi.(2nd/10)

Related posts