Bangka Tengah dan Pangkalpinang Bertambah Terus

  • Whatsapp
Corona Virus Disaese atau Covid-19. (Foto: istimewa)

Kurau 1, Dokter K-O Tularkan 5 Kasus Baru
Tiga Anak L-I, Adik dan Ipar Ikut Terpapar

Jumlah warga di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terkonfirmasi Covid-19 terus bertambah. Kasus terbaru, seorang perempuan yang berdomisili di Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah yakni RM (36) ditetapkan positif terjangkit Virus Corona.

Dengan bertambahnya satu kasus baru ini, terhitung kemarin, Minggu (5/7/2020), Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sudah mencatat 13 orang warga terpapar COvid-19. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 8 orang, sisanya 5 orang sedang dalam perawatan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Tengah, dr Bahrun R Siregar menyebutkan, satu kasus baru itu berasal dari Kecamatan Koba, yang semula diketahui dari hasil Rapid Tes.

Baca Lainnya

“Warga ini rencana ingin pulang ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan, tetapi saat dirapid test pada 1 Juli 2020 hasilnya reaktif. Selanjutnya, yang bersangkutan langsung dibawa tim medis guna menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian pada tanggal 4 Juli 2020 dilakukan swab test PCR dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Dikatakan, adanya temuan kasus baru ini, tim gugus sudah melakukan tracking terhadap keluarga maupun orang yang pernah melakukan kontak fisik dengan pasien.

“Untuk kondisi pasien R-M (36) dalam keadaan normal tanpa gejala dan saat ini sedang menjalani perawatan di Balai Karantina Provinsi Kepulauan Babel,” tuturnya.
Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (GTPPC-19 Babel), Andi Budi Prayitno (ABP) membenarkan ada tambahan kasus baru Corona di Kabupaten Bangka Tengah.
Menurutnya, pasien R-M, berstatus OTG dengan alamat identitas di Massenreng Pulu, Sibulue, Bone, Sulawesi Selatan. Dan memang sejak 4 bulan terakhir berdomisili di Kurau Barat, Koba, Bangka Tengah.

“Berdasarkan riwayat, R-M tidak memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19. Diketahui bahwa yang bersangkutan bermaksud pulang ke Bone, lalu pada 1 Juli 2020 melakukan rapid test dan diperoleh hasil reaktif, dan langsung dikarantina di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejak 4 Juli 2020, dipindahkan dan menjalani isolasi di BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tuturnya.

Anak, Ipar dan Adik Kena

Selain itu, penambahan 5 kasus terjadi di Kota Pangkalpinang yang merupakan klaster Dokter K-O. Tim gugus mencatat, sebanyak 3 orang warga Kelurahan Opas Kecamatan Taman Sari, 1 orang warga Lontong Pancur Kecamatan Pangkalbalam dan 1 warga Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, dinyatakan positif tertular dari Dokter K-O. Empat kasus ditemukan pada Sabtu (4/7/2020) dan 1 kasus didapati pada Minggu (5/7/2020).
“Dua orang pasien (tambahan baru pada Minggu-red) ini asal Kota Pangkalpinang dan Bangka Tengah (Bateng),” katanya, kemarin sore.

Pasien pertama yang diketahui terpapar Covid pada hari Minggu adalah R-L, laki-laki usia 62 tahun berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) beralamat di Jalan Delima, Kelurahan Taman Bunga, Gerunggang, Pangkalpinang. Dari hasil swab test PCR pada 4 Juli 2020, dinyatakan positif Covid-19, tertular dari L-I, besan Dokter K-O. Pasien sudah menjalani karantina dan perawatan di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.
“Berdasarkan riwayat, memiliki kontak erat dengan L-I, orang yang terkonfirmasi Covid-19. Diketahui bahwa R-L ini adalah adik ipar dari L-I,” ujar Andi.

Untuk temuan kasus pada Sabtu (4/7/2020), empat orang keluarga L-I juga tertular Covid-19. Mereka adalah R-O, 53 tahun perempuan, berstatus OTG, beralamat di Jalan Depati Bahrin, Opas Indah, Tamansari, Pangkalpinang. Lalu, R-A, 36 tahun laki-laki, OTG beralamat di Jalan Depati Bahrin, Kelurahan Opas Indah, Tamansari, Pangkalpinang. Kemudian N-G, 32 tahun, laki-laki, OTG, beralamat di Jalan Depati Bahrin, Opas Indah, Tamansari, Pangkalpinang. Serta D-U, 26 tahun, perempuan berstatus OTG beralamat di Jalan KKO Usman, Kelurahan Lontong Pancur, Pangkalbalam, Pangkalpinang.

“Dari swab test pada 3 Juli 2020, keempatnya dinyatakan positif Covid-19. Berdasarkan riwayat, keempatnya memiliki kontak erat dengan L-I dan T-D-U, orang yang sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19,” tuturnya.
Diketahui bahwa R-O merupakan saudara/adik dari L-I, sementara 3 orang lainnya yakni R-A, N-G, dan D-U merupakan anak L-I. Sejak 4 Juli 2020 malam, keempatnya sudah diisolasi dan menjalani penanganan di LPMP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

ABP menyebutkan, kendati terjadi 2 (dua) penambahan kasus positif Covid-19, namun saat ini baik pengendalian maupun penanganan kasus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada dalam tren yang baik, dengan persentase tingkat bebas Covid-19 di angka 84,66%.

“Kasus positif hari ini berjumlah 163 (bertambah 2), dalam perawatan 25 (bertambah 2), dinyatakan sehat/bebas Covid-19 ada 136 orang, dan meninggal dunia 2 orang,” rincinya.
Saat ini, sebaran Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung dengan rincian di Kota Pangkalpinang tercatat 43 kasus (bertambah 1); Kabupaten Bangka terdata 57 orang; Bangka Tengah 13 orang (bertambah 1); Bangka Barat 22 orang; Bangka Selatan 9 orang; Belitung 17 orang; dan Belitung Timur 2 orang.

Untuk jumlah akumulasi OTG di Babel tercatat sebanyak 3.253 (bertambah 3), dalam proses pemantauan 507 (bertambah 1), dan selesai pemantauan 2744. Dengan status ODP terdata 1.123 (bertambah 4), dalam proses pemantauan 38 (bertambah 3), dan selesai pemantauan 1.085. Sedangkan untuk PDP tercatat 138 orang, dalam proses pengawasan ada 19 dan selesai pengawasan 118 pasien.

Andi mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, jaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan. Sebab, aalah fakta bahwa selama vaksin Covid-19 belum ditemukan maka kemungkinan dan potensi penularan Covid-19 akan terus terjadi, dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor (imported case), namun sudah terjadi transmisi lokal (local transmission) yang cukup banyak.

“Hal ini mesti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Masyarakat tak boleh lengah, harus tetap awas dan peduli, namun jangan pula panik berlebihan,” ingatnya.
Sembari terus menyemarakkan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), dengan menjadikan desa/kelurahan sebagai “Kampung Tegep Mandiri”, kata dia maka sudah turut serta menanggulangi pandemi terutama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di lingkungan terdekat masing-masing.

“Karenanya, kedisiplinan kita dalam menerapkan Protokol Kesehatan (pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer) terutama di tempat umum, fasilitas publik, dan tempat keramaian, seperti rumah ibadah, kantor, obyek wisata, pasar dan mall atau supermarket; serta mempraktikkan pola atau perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah salah satu kunci pencegahan agar kita, keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat kita, tidak menjadi “carrier/vektor” (pembawa virus atau sumber penular virus) dan bahkan menjadi korban atau orang yang terpapar Covid-19. (raw/ran/nov/rls/1)

Related posts