Bangka Flora Society Tanam 28 Spesies Anggrek di Tanah Bawah

  • Whatsapp
Bangka Flora Society dan Salam Alam Upang bersama pegiat lingkungan saat melakukan penanaman anggrek di kawasan wisata Biodiversity Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Minggu (16/6/2019). (foto: istimewa)

Kerja Sama dengan Komunitas Salam Upang
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

PUDINGBESAR – Puluhan pegiat lingkungan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan wisata Biodiversity Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Minggu (16/6/2019).

Dalam kegiatan ini para pegiat lingkungan dari Bangka Flora Society (BFS) dan Salam Alam (Salam) Upang turut melakukan penanaman anggrek dan dialog tentang pelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini sebagai wujud nyata karya BFS bersama sahabat alamnya untuk pelestarian dan penyelamatan serta pemulihan terhadap keberadaan species anggrek Babel,” kata Ketua BFS, Dian Rossana Anggraini dalam kesempatan itu.

Selain konservasi Ex-situ anggrek, pada kegiatan tersebut turut dilakukan pemberian nama pulau anggrek sebagai sebagai magnet bagi wisata biodiversity di Sungai Upang yakni Pulau Anggrek Elsye Lestari.

“Nama tersebut untuk mengenang jasa almarhumah Elsye Lestari Taufiq Rani yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian dan penyelamatan anggrek Bangka Belitung,” terang Dian.

Sementara itu, Sekretaris BFS, Fahmi menambahkan jumlah anggrek yang ditanam pada kegiatan tersebut sebanyak 142 pohon dengan 28 spesies diantaranya phalaenopsis sumatrana, bulbophyllum limbatum, dendriboum peradii, ryncostyllus retusa, arundina grammyniflora, maxilaria, trixpermum, oncydium, serta catlya.

“Dari 142 pohon yang ditanam tadi terdapat 75 pohon sumbangan dari keluarga almarhumah Elsye Taufiq Rani. Tiga diantaranya merupakan anggrek favoritnya almarhumah yakni phalaenopsis sumatrana, ryncostyllus retusa dan maxilaria,” tambah Fahmi.

Sementara itu, Kades Tanah Bawah, Holidi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia juga berterimakasih kepada BFS dan Salam Upang yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ketua Komunitas Salam Upang, Hormen berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian anak muda untuk melestarikan dan menjaga lingkungan.

Dia menegaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan rutin sepanjang tahun untuk melestarikan sekaligus mengembangkan kawasan wisata Biodiversity Sungai Upang.

“Kami akan terus berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan kawasan wisata Sungai Upang dengan menyisihkan anggaran desa untuk pengembangan wilayah pariwisata desa,” ungkapnya. (mg419/10)

Related posts