Bangka Belitung Harus Punya Pahlawan Nasional

Oleh : Muhammad Tahir
Mahasiswa FISIP UBB dan Ketua Umum Kosada Babel

Muhammad Tahir

Setelah terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tanggal 21 November 2000, Babel resmi memisahkan diri dari Provinsi Sumatra Selatan. Dalam Memperingati Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke-17, kita harus memiliki Pahlawan Nasional untuk memberikan simbol bahwa Babel punya agen yang ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan dan NKRI.
Babel terbilang masih remaja di usia 17 tahun ini, namun melihat perkembangan yang terjadi sangat signifikan dari masa-kemasa. Kebanggaan tersendiri bagi diri kita semua bahwa Babel yang masih terbilang remaja sudah banyak mendapatkan penghargaan-penghargaan dari pemerintahan pusat.
Kemudian, kerja sama antar setiap pemegang wewenang otonomi daerah yang diberikan kepada pemerintahan provinsi, Kabupaten dan Walikota sangat bersinergi dalam mewujudkan Babel yang lebih baik. Untuk itu, dalam perkembangan Babel kedepannya mesti kita punya pion-pion yang dapat memberikan nilai lebih dalam pandangan masyarakat luas bahwa Babel punya aktor/agen yang memang mendapatkan legitimasi dari berbagai pihak.
Siapa yang tidak mengenal tokoh pejuang masa lalu yaitu Hananjoedin seseorang pemuda yang dibesarkan di Belitung, kemudian mengabdikan dirinya kepada Indonesia dengan menjadi mekanik dan penerbangan pesawat tempur pada kala itu, dan menjadi komando dari berbagai pasukan saat melakukan perlawanan terhadap penjajah. Tidak dapat dipungkiri bahwa kita punya sosok pigur yang sudah pantas di angkat sebagai pahlawan nasional, wacana ini sudah kerap kali terdengar di telinga kita semua bahwa Babel akan memperjuangkan satu tokoh pahlawan nasional yaitu Hanannjoedin, namun untuk tahun ini belum tercapai mungkin ada satu dan lain hal yang masih menjadi pertimbangan.
Semua harapan masyarakatlah diberikan kepercayaan kepada pemimpin daerah kita dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang tidak merugikan pihak lain. Dalam artian, kami ingin hidup sejahtera tanpa mengorbankan masyarakat lain yang akan menimbulkan permasalahan baru, maka kita inginkan adanya pertumbuhan pemerataan.
Terkait dengan Babel membutuhkan pahlawan Nasional itu, salah satu harapan masyarakat Babel dalam mewujudkan kesejahteraan. Karena, kesejahteraan ini tidak hanya dianggap sebagai kebutuhan materi semata dalam ekonomi, namun kesejahteraan dapat diartikan dalam pemenuhan hasrat dan batiniah masyarakat yang diinginkannya yaitu Babel harus punya Pahlawan Nasional dalam hal ini Hananjoedin.
Terlepas itu berhasil atau tidak, bukan menjadi persoalan, namun kita tidak berhenti sampai di tahun 2017, kita belum punya pahlawan nasional dari Babel. Maka asumsinya tahun 2018 kita harus punya pahlawan nasional, sehingga pada tanggal 10 November kita mencetak sejarah baru untuk Babel. Walaupun tahun ini, belum disepakati oleh petinggi-petinggi negara, salah satunya Presiden Indonesia. Akan tetapi, ada satu sosok pahlawan nasional baru yang muncul dari Sumatra yaitu Padang. Ia adalah sosok progresif dan revolusioner yaitu Lafran Pane selaku penggagas terbentuknya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang memiliki peran aktif dalam memperjuangkan keutuhan NKRI pada masa itu, sehingga sebagai balasannya beliau pantas diberi gelar sebagai pahlawan nasional.
Maka Hananjoedin seharusnya sudah pantas menyandang gelar pahlawan nasional, melihat ke belakang sepak terjang beliau dalam memperjuangkan NKRI sangat luar biasa dari aktif dalam Angkatan penerbangan beliau juga aktif dalam memperbaiki alat tranportasi udara dalam menunjang pertempuran pada masa itu. Dan beliau banyak mengorbankan hidupnya untuk negara kita tercinta ini Indonesia. Lantas apakah kita masih meragukan hal itu, menurut Penulis, kita sepakat bahwa Hananjoedin layak di gelar sebagai pahlawan nasional.
Babel hari ini punya mental, punya power, punya pengaruh dalam mewujudkan Babel optimis dalam setiap bidang, baik itu bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama menjadi lebih baik dan maju serta visioner progresif demi kesejahteraan masyarakat Babel. Oleh karna itu, Babel harus punya pahlawan nasional. Ini menjadi tugas besar selaku kepala daerah untuk memperjuangkannya bersama tokoh-tokoh nasional yang telah memiliki kiprah demi terciptanya Hananjoedin sebagai pahlawan nasional di tahun 2018 nantinya.(****).

No Response

Leave a reply "Bangka Belitung Harus Punya Pahlawan Nasional"