Banggar DPRD Basel Bahas Prognosis APBD 2018

  • Whatsapp

TOBOALI – Badan Anggaran DPRD Bangka Selatan (Basel) melakukan rapat koordinasi tentang realisasi semester 1 APBD Tahun 2018 serta membahas Prognosis APBD tahun 2018. Hal ini merupakan perintah undang – undang bahwa sebelum melakukan pembahasan APBD perubahan setiap tahunnya agar dilakukan prognosis APBD sisa bulan anggaran yang tersedia 6 bulan ke depan.

Prognosis APBD Tahun 2018 enam bulan ke depan merupakan tindaklanjut dari hasil realisasi APBD tahun 2018 semester 1.

Demikian dikatakan Anggota Banggar DPRD Basel Samsir kepada wartawan Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, prognosis merupakan prediksi, perkiraan atau ramalan terhadap semua target APBD 6 bulan kedepan berangkat dari realisasi APBD semester 1 tersebut yang terdiri dari target Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan daerah.

“Jika prognosis yang dihasilkan terdapat ada kenaikan pendapatan daerah 6 bulan ke depan, maka pemerintah Kabupaten agar mengatur kegiatan apa yang akan dimasukan pada perubahan berdasarkan skala perioritas,” ujarnya.

Samsir menyebutkan, jika dari hasil prognosis terdapat penurunan pendapatan daerah, tentunya Pemkab Bangka Selatan harus melakukan pergeseran anggaran dan menunda sejumlah kegiatan yang kurang atau belum prioritas untuk dialihkan ataupun ditunda pada tahun anggaran sekarang dan diprioritaskan pada APBD tahun 2019 yang akan datang.

“Namun, dari hasil prognosis hari ini, belum bisa didapatkan prognosis yang tepat karena dari yang disampaikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah belum menyampaikan secara spesifik prognosis APBD tahun 2018 tersebut, karena hanya menyampaikan secara umum tanpa memberikan secara detail alasan dari prognosis dan realisasi, sehingga tidak bisa didapatkan target realisasi yang real. Dan malah adanya usulan kegiatan baru yang jumlah sangat fantastis dari seluruh OPD yang ada,” imbuhnya.

Selaku Anggota Badan Anggaran dari Fraksi Gerindra Amanat Sejahtera F Gas, Samsir memberikan masukan untuk prognosis APBD tahun 2018 Agar TAPD merinci secara detail prognosis pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan Daerah.

“Selain itu, TAPD membuat analisa realisasi belanja daerah baik yang sudah dalam tahap pengerjaan, yang dalam tahap tender, yang sudah kontrak dan yang belum ditenderkan. Hal ini untuk mempertimbangkan jika prognosis kegiatan terjadi penurunan, maka sangat mudah untuk melakukan pergeseran dan penundaan sejumlah kegiatan yang tidak dan atau belum prioritas,” tukasnya.

Samsir juga mengungkapkan, Pemkab Bangka Selatan melalui Bappeda agar menentukan skala prioritas sebagai pedoman untuk melakukan pergeseran dan penundaan sejumlah kegiatan jika terjadi turunnyan prognosis pendapatan.

“Kami menghimbau semua pihak stake holder terkait baik Eksekutif dalam hal ini semua OPD dan legislatif agar kita semua berpikir untuk bekerja profesional berpedoman pada kebutuhan bukan berdasarkan keinginan yang berpedoman pada skala prioritas kegiatan sehingga kegiatan dan program bisa tepat sasaran dan berimbas kepada tujuan pembangunan meningkatnya taraf hidup masyarakat,” pungkasnya. (raw/3)

Related posts