by

Bakau Aik Gumba Terancam Punah

-NEWS-86 views

Dibabat Tambang Mitra PT Timah
Wartawan Dilarang Masuk Lokasi

Kelapa Kampit – Hutan bakau Aik Gumba Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung nyaris punah.
Hal ini akibat ulah penambang yang tidak lagi bisa menjaga lingkungan. Bahkan pembabatan hutan bakau sudah berlangsung sejak lama tanpa tersentuh tangan aparat.
Penambang beralasan hutan bakau itu berada dalam kawasan IUP PT. Timah DU 1577. Untuk masuk ke wilayah itu tidaklah mudah. Wartawan yang ingin melihat pembabatan hutan yang menggunakan axcavator harus mendapat izin terlebih dahulu dari Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Timah.
Ketika Rakyat pos mencoba memasuki areal itu untuk mengambil gambar, harus melewati pos yang dijaga 3 orang satpam.
“Harus izin KTT,” kata salah seorang satpam, Rabu, (15/05/2019).
Sementara itu pengawas tambang (Wastam) Andriatno sedang tidak berada dilokasi tambang. Melalui telpon terdengar percakapan antara satpam dengan wastam yang minta satpam agar wartawan tidak diperkenankan memasuki lokasi tambang.
Melalui sambungan telpon Andriatno mengatakan untuk masuk ke lokasi tambang harus mendapat izin dari KTT.
Tidak diketahui SPK yang dikeluarkan PT Timah atas nama siapa. beredar kabar jika yang melakukan pembabatan hutan bakau untuk penambang timah bernama Panji.
kabar itu dibenarkan oleh Panji.
“Ya benar itu tambang kita,” sebut Panji (15/05/2019) melalui sambungan telpon. Namun Panji tidak tahu SPKnya atas nama perusahaan siapa.
Sementara itu, KTT yang juga adalah kepala unit tamang timah produksi Belitung. Wijaya membenarkan jika tambang itu berada dalam kawasan IUP PT. Timah. Setiap orang yang ingin memasuki wilayah tambang PT. Timah harus mendapat izin dari KTT.
“SOPnya begitu,” jawab Wijaya yang mengaku masih berada diluar Belitung. Biasanya, kata Wijaya, setiap orang yang memasuki wilayah tambang akan didampingi oleh wastam.
“KTT sementara pak Aan,” pungkasnya.

TI Jembatan Lampur

Sementara itu, di wilayah berbeda aktivitas penambangan pasir timah Ilegal juga masih berlangsung di areal Jembatan Lampur-Munggu Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah.
Padahal beberapa waktu lalu (30/4/2019) Tim Gabungan Satpol PP Provinsi Babel, Satpol PP Kabupaten Bangka Tengah dan Polsek Sungai Selan telah melakukan penertiban dikawasan tersebut.
Penambangan itu menyebabkan rusaknya fasilitas umum. Terkait persoalan TI ini, Camat Sungai Selan Yardiyansyah meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap penambang Timah Ilegal yang beraktivitas di area DAM jebol yang berdekatan dengan jembatan penghubung Desa Lampur-Munggu.
Bila hal itu tetap didiamkan, maka berpotensi merusak fasilitas umum.
“Kalau hanya dihimbau dan tidak diberikan sangsi tegas dari aparat, maka para penambang ini akan tetap beraktivitas. Bila dibiarkan terus menerus, ini akan merusak fasilitas umum, seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu, jembatan ini pernah roboh akibat penambangan liar,” katanya, Rabu (15/5/2019).
Dirinya pun tidak memungkiri aktivitas tambang merupakan tempat warga mencari nafkah, namun, apabila aktivitasnya yang di lakukan mereka secara masal, maka berpotensi akan merusak fasilitas umum dan berdampak kepada konflik masyarakat. Oleh karena itu, wajib untuk dihentikan, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau ini tetap didiamkan akan menghancurkan fasilitas umum, seperti yang terjadi 5 tahun lalu jembatan penghubung Lampur-Munggu ini pernah putus, dan mereka tidak pernah berpikir sejauh itu,” terangnya.
Dirinya berharap ada pengawasan dari pihak aparat dan Kepala Desa Lampur, agar berperan aktif melarang dengan tegas diwilayahnya ada aktivitas ilegal yang berpotensi akan merusak fasilitas umum,
“Berharap pihak aparat melakukan pengawasan, Kepala Desa, juga harus tegas melihat aktivitas illegal di desanya. Kalau seperti ini terus fasilitas umum yang akan hancur,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Selan Iptu Mulya Sugiharto mengatakan dari pihak Polsek sudah melaporkan kepada pihak pimpinan Polres terkait adanya aktivitas tambang timah Ilegal yang bekerja kembali di wilayah Desa Lampur dan kami sudah koordinasikan dengan Camat Sungai Selan.
“Sudah kita laporkan terkait adanya penambangan timah Ilegal yang beroperasi di DAM Jebol dan sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk sama-sama melaksanakan penertiban baik dari Polres Bateng, Polsek dan pihak Kecamatan Sungai Selan. Karena hal ini merupakan tugas dan kewajiban bersama sebagai aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan untuk pelaksanaannya kami masih menunggu waktu dan perintah dari pimpinan agar dapat dilakukan secara bersama-sama,” tandasnya. (yan/ran/6)

Comment

BERITA TERBARU