Babel Siap Potong Limosin dari Jokowi

  • Whatsapp
Wagub Babel saat vicon.(foto: umar).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Sapi bantuan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, seberat 1 ton 57 Kg, yang diserahkan kepada masyarakat Kampung Dul, siap untuk disembelih, setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha, Jumat (31/7/2020) mendatang.

Prosesi penyembelihan hewan kurban ini, harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19, termasuk pembatasan orang di area pemotongan, serta penyaluran yang diminta untuk diantar langsung ke rumah mustahiq (penerima).

Wagub Babel, Abdul Fatah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, dengan bantuan sapi kurban ini, hal ini disampaikannya melalui video conference, di ruang rapat Wagub, dengan Deputi Bidang Kepresidenan Rika Kiswardani, Senin (27/7/2020).

“Bapak presiden menginginkan bahwa sapi tersebut sapi lokal sejenis limosin. Kebetulan di Babel ini ada masyarakat yang mengembangkan sapi yang dimaksud presiden,”kata Fatah.

Baca Lainnya

Sapi yang akan disembelih ini dengan berat 1 ton 57 kg, sudah diserahkan langsung oleh Gubernur 24 Juli 2020 kepada Ketua Masjid Ar–Rahman Kampung Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Bateng).

Fatah berharap, tahun selanjutnya program ini masih berlanjut, sehingga bantuan selanjutnya akan diperuntukan untuk masyarakat di Belitung dan seterusnya ke kabupaten/kota yang ada di Babel.

“Itulah tujuan rapat koordinasi ini, agar permasalahan di daerah dapat diselesaikan sehingga bantuan sapi kurban dari presiden ini lancar, tanpa ada hambatan,” jelasnya.

Vicon ini diikuti sebanyak 18 provinsi di Indonesia bagian barat, dengan total penerima sebanyak 18 masjid, setiap provinsi hanya menerima satu sapi.

Dalam vicon ini, Deputi Bidang Kepresidenan Rika Kiswardani, menyebutkan, pihaknya ingin mengetahui kesiapan di daerah dalam penerimaan bantuan sapi kurban dari presiden.

Pemotongan sapi tahun ini, tegasnya, berbeda dengan tahun sebelumnya, karena Hari Raya Idul Adha kali ini masih dalam wabah pandemi Covid-19. Hal ini tentu membuat penanganan hewan kurban berbeda dari tahun sebelumnya.

Ada kriteria dalam pemilihan sapi, pertama, diutamakan sapi peranakan ongole atau sapi lokal lainnya dengan bobot sapi berkisar 800–1.000 kg, serta sapi dinyatakan sehat dari dinas kesehatan hewan setempat, mengutamakan sapi dari peternakan lokal.

“penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memenuhi persyaratan seperti, penerapan jaga jarak (physical distancing), pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik, penyelenggaraan mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, dan pendistribusian daging sapi dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik,” pintanya.

Kemudian, harus diterapkan kebersihan personil panitia. Penerapan kebersihan alat meliputi, melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh area peralatan sebelum dan sesudah prosesi penyembelihan selesai, disarankan untuk menerapkan sistem satu orang, satu alat.

“Ada beberapa hal yang harus kita cermati, bukan hanya kesehatan sapinya, akan tetapi kesehatan panitia yang terkait. Adapun hal yang lebih penting yaitu kelengkapan dokumen administrasi harus menjadi perhatian bersama sehingga lancar pelaksanaannya, lancar juga pertanggungjawabannya,” pungkasnya.(nov/rls)

Related posts