Babel Semangat Wujudkan Jembatan Bangka-Sumatera

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bangka Belitung Noviar Ishak pesimis, tentang rencana pembangunan jembatan penghubung Bangka dan Sumatera. Noviar mengatakan, semangat untuk jembatan yang akan dinamakan Bahtera (Bangka-Sumatera) hanya ada di Babel saja, namun hal tersebut berbeda dengan pihak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
“Saya senang dengan sebutannya itu cindew, cinta dewek. Bangka aja yang semangat, mereka kurang,” kata Noviar kepada wartawan, belum lama ini.
Ia berasumsi, bahwa Pemprov Sumsel lebih cenderung membangun pelabuhan laut besar ketimbang rencana pembangunan jembatan sepanjang 13,5 kilo dari Sebagin, Bangka Selatan (Basel) menuju Selapan, Sumatera Selatan (sumsel) yang diperkirakan menelan anggaran Rp 13 triliun dan dilakukan secara multiyears. “Karena dari Selapan ke Palembang itu masih 160 kilometer,” jelasnya.
Meski demikian, lanjut Noviar, gagasan pembangunan yang telah disepakati antar kedua provinsi dengan MoU ini akan terus diupayakan Pemprov Babel.
Bahkan tahun ini segera dilakukan pra studi kelayakan yang dianggarkan Rp1 miliar untuk beberapa kajian seperti sosial ekonomi, teknik dan teknologi konstruksi, kajian lingkungan dan beberapa kajian lainnya. “Pra studi kelayakan tahun ini akan kita lakukan, bukan kami tidak menindaklanjutinya,” tegasnya.
Noviar juga menuturkan, bahwa pihak akan berupaya untuk memasukan rencana pembangunan jembatan Bangka-Sumatera ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2025. “Paling tidak kami usahakan terus untuk masuk (RPJMN), MoU dengan Sumsel sudah dilakukan, tinggal visability study-nya agar bisa masuk RPJMN dan nanti ditetapkan dalam PSN (Proyek Strategis Nasional-red),” terangnya.
Tentang hal ini juga, kata Noviar, Pemprov Babel melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga sudah berkirim surat ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko guna mengetahui kendala pembangunan. “Kalau bertepuk sebelah tangan ini susah juga kita, makanya harus ada pressure dari pusat, agar tidak hanya Bangka saja yang semangat, Palembang juga,” tukasnya. (ron/6)

Related posts