Babel Minim Prestasi di FLS2N

  • Whatsapp
Pukul Beduk- Wagub Babel, Abdul Fatah didampingi Dirjen Dikdasmen Kemendikbud dan sejumlah pejabat memukul beduk tanda ditutupnya FLS2N di GOR Sahabudin, Jum’at (foto: Nurul Kurniasih)

Kemarin Resmi Ditutup Wagub
Hamid: Jangan Nomorduakan Pelajaran Seni

PANGKALPINANG- Meskipun terbilang sukses menggelar Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) untuk jenjang SD, SMP dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), namun Provinsi Bangka Belitung (Babel) harus lebih gencar dan giat lagi dalam meningkatkan prestasi seni siswa.

Pasalnya, dalam ajang ini, tuan rumah hanya mampu mendapatkan satu gelar juara saja, yakni pada cabang seni tari tingkat SD. Padahal, dalam FLS2N tahun ini ada belasan cabang seni yang dipertandingkan.

Wagub Babel, Abdul Fatah menegaskan dengan minimnya prestasi yang diraih siswa Babel dalam ajang FLS2N tahun ini dapat menjadi cambuk dan pekerjaan rumah (PR) untuk terus berbenah dan meningkatkan prestasi.

“Memang itu yang baru bisa dicapai, ini menjadi cambuk, dapat sedikit berpacu untuk tidak kalah,” kata Fatah, ketika disinggung terkait minimnya prestasi kontingen Babel, usai menutup secara resmi FLS2N di GOR Sahabudin , Jumat (31/8/2018) sore.

Dia meminta, hal ini menjadi bahan evaluasi dan peningkatan nilai-nilai seni bagi siswa baik di SD, SMP maupun sekolah khusus. Para siswa menurutnya, harus mendapat bimbingan bakatnya agar terasah dan siswa juga memiliki tempat untuk menyalurkan bakatnya.

FLS2N, kata Fatah, merupakan wadah pengembangan potensi dan karakter diri anak-anak bangsa, dan juga melestarikan seni dan budaya nusantara yang jumlahnya tidak terhitung.

“Mudah-mudahan hal ini suatu cara yang baik untuk mengembangkan potensi yang baik pada Waktu yang akan datang. InSha Allah dengan kondisi ini kita akan mampu mewujudkan SDM yang memiliki ketangguhan dan daya saing,” harapnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada guru dan juri, serta peserta yang telah tampil maksimal, namun juga ada aspek yang tidak kalah penting memberikan hiburan yang memberikan nilai tinggi.

Dirjen Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad dalam kesempatan itu menilai para peserta yang datang bertanding ke Babel merupakan juara yang mewakili provinsinya masing masing.

“Itu bagian dari pendidikan karakter yang jngin kita kembangkan, pendidikan karakter kemandirian, kreativitas dan bersaing. Kita ingin melestarikan seni dan budaya kita. Ada banyak seni tradisional yang kita festivalkan agar seni budaya ini tidak hilang sebagai puncak-puncak kejayaan kebudayaan kita,” ucapnya.

FLS2N, lanjut dia, ingin mengembangkan seni budaya modern seperti seni grafis dan setiap tahun dipertandingkan di tingkat internasional dan kontingan Indonesia selalu menang. FLS2N ini juga ingin merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa mereka datang dari seluruh pelosok tanah air.

“Saya berpesan tolong yang menang tentu kita apresiasi, yang belum masuk nominasi jangan khawatir, kalian ada wadah SD, SMP dan masih ada wadah selanjutnya. Perkuat bidang seni yang kalian kuasai. Saya berpesan kepada guru dan kepala sekolah jangan nomorduakan pelajaran seni dan budaya di sekolah, pupuklah kegiatan seni, dengan cara ini anak kita bisa menampilkan dirinya dengan level tertinggi,” pesan kepada para siswa.

Hamid Muhammad dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Babel yang menurutnya sudah sukses menyelenggarakan FLS2N. Dalam gelaran penutupan FLS2N ini, juga diisi dengan seni dan kreasi dari peserta baik menyanyi solo, tarian dan lainnya. (nov/10)

Related posts