Babel Meningkat Bencana Lima Tahun Mendatang

  • Whatsapp
ilustrasi
foto ilustrasi

PANGKALPINANG – Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan terbesar di dunia merupakan daerah rawan bencana.

Indonesia juga, setidaknya ada 12 ancaman bencana yang dikelompokkan dalam bencana geologi, bencana hidrologi, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, dan lain-lain. Sedangkan jumlah pulau di Indonesia sebanyak 13.462 pulau berdasarkan data Badan Informasi Geospasial.

Read More

Begitu juga dengan posisi wilayah Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa dan membentuk kepulauan, menimbulkan potensi tinggi terjadinya berbagai jenis bencana. Salah satunya juga, Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang merupakan salah satu daerah yang berpotensi rawan terjadi bencana.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menyebut bahwa bencana ini akibat dari perubahan iklim global, penurunan kualitas lingkungan, kondisi geografis, kemiskinan, rendahnya tingkat kesiapan masyarakat urbanisasi dan pertumbuhan penduduk.

“Meningkatnya jumlah penduduk, meningkatnya pemukiman yang kurang terkendali, serta tingginya perkembangan teknologi akan menimbulkan potensi tinggi terjadinya bencana dan menimbulkan wabah penyakit, serta kegagalan teknologi,” tutur Erzaldi saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kontijensi Aman Nusa II-2020, Senin (13/1/2020).

Ia menjelaskan, Bangka Belitung yang terdiri dari 7 Kabupaten, 1 Kota, 47 Kecamatan dan 2 pulau besar sangat berpotensi terjadinya bencana alam.

“Makanya kita perlu membentengi diri dalam penanggulangan bencana. Ancaman bencana tersebut dapat menimbulkan resiko tinggi terhadap kerusakan infrastruktur, gangguan ekonomi daerah, serta jatuhnya korban jiwa manusia,” jelasnya.

Dikatakan Gubernur Erzaldi, ancaman bencana di Bangka Belitung akan semakin meningkat dimasa mendatang.

“Diperkirakan pada 5 tahun mendatang bencana semakin meningkat dengan terjadinya permasalahan yang disebutkan di atas,” sebutnya.

Penyelenggaraan penanggulangan bencana, menurut mantan Bupati Bangka Tengah ini, menjadi tugas bersama.

“Bencana dapat terjadi setiap saat, dan manusia hanya dapat memperkirakan. Jadi, kesiapsiagaan aparat dan masyarakat harus terus ditingkatkan, apalagi sekarang sedang memasuki musim hujan yang diperkirakan intensitas hujan sangat tinggi hingga Februari 2020,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengajak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan cuaca yang ekstrim. (bis/6)

Related posts