by

Babel Masuk Penilaian Indonesia’s Attractiveness Index

-Berita Kota-486 views
Gubernur Babel Erzaldi Rosman sedang bergialog dengan dewan juri disela-sela presentasi dalam tahap penjurian akhir bidang pelayanan publik di ajang Indonesia’s Attractiveness Index yang digelar oleh Tempo Media Group Kamis (19/07/2018) di Gedung Tempo kawasan Palmerah Barat Jakarta.(foto: ist).

PANGKALPINANG – Setelah melalui beberapa tahapan penilaian, akhirnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam tahap penjurian akhir bidang pelayanan publik di ajang Indonesia’s Attractiveness Index yang digelar oleh Tempo Media Group.

Untuk itu Gubernur Babel Erzaldi Rosman telah menyampaikan presentasi di hadapan dewan juri pada Kamis (19/07/2018) di Gedung Tempo kawasan Palmerah Barat Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Tempo Media Group bersama Frontier Consulting Group mengadakan Indonesia’s Attractiveness Index sebagai suatu bentuk penghargaan kepada daerah yang memiliki daya tarik di sektor investasi, infrastruktur, pelayanan publik, dan pariwisata.

Di depan dewan juri yang terdiri dari Bambang Harimurti dari Tempo, Handi Irawan dari Frontier, dan Carunia Mulya dari Untar, Erzaldi memaparkan tentang inovasi dan strategi peningkatan pelayanan publik di sejumlah OPD dan institusi pelayanan publik milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Antara lain Dinas Pendidikan, Dinkes dan RSUD Soekarno, DPMPTSP, Disbudpar, DP3ACSKB, Bappeda, dan Kominfo.

Menurut Erzaldi, dengan masuknya Kepulauan Bangka Belitung dalam ajang Indonesia’s Attractiveness Index 2018, merupakan bukti bahwa apa yang dikerjakan sudah selaras dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat Babel.

Semua komponen Pemprov Babel pun sudah bekera keras dan cepat sesuai dengan visi dan misi pembangunan Babel. “Termasuk belum lama ini kita telah memperoleh predikat WTP dari BPK yang merupakan salah satu parameter keberhasilan pembangunan daerah,” ujar Erzaldi.

Khusus pelayanan publik sendiri menurut Erzaldi hal itu merupakan amanah dari UU Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Kita terus meningkatkan kualitas pelayanan publik karena salah satu cita-cita mewujudkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah untuk meningkatkan pelayanan publik itu sendiri,” papar Erzaldi yang belum lama ini juga mendapat penghargaan sebagai Top Pembina BUMD. (rell/3)

Comment

BERITA TERBARU