Babel Lirik Potensi Wisata Cruise

  • Whatsapp
Gubernur Erzaldi saat meninjau alur pelayaran Pulau Lampu, Kecamatan Belinyu, Kamis (19/3/2020).(foto: istimewa)

PANGKALPINANG– Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah melirik potensi wisata cruise (kapal pesiar) melalui pembenahan infrastruktur tranportasi laut. Rencana perluasan dan pelebaran alur pelayaran di Pelabuhan Belinyu, Kabupaten Bangka diharapkan mendorong berlabuhnya kapal-kapal pesiar mewah di perairan Babel.

“Dalam waktu dekat Pak Gubernur akan menemui Dirut PT Pelindo II di Jakarta untuk membicarakan rencana perluasan atau pelebaran alur pelayaran dan perpanjangan dermaga ini,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Babel, KA Tajuddin, saat mendampingi Gubernur Erzaldi usai meninjau alur pelayaran Pulau Lampu, Belinyu, Kamis (19/3/2020).

Read More

Peninjauan dilakukan menyusul rencana pelebaran alur pelayaran dan perpanjangan dermaga di Pelabuhan Belinyu. Pelebaran perlu dilakukan karena terjadinya penyempitan alur muara di sekitar perairan Pulau Lampu. Sedangkan perpanjangan dermaga dibutuhkan agar kapal-kapal berukuran besar dapat bersandar.

Diterangkan Tajuddin, Gubernur meminta Pelindo untuk dapat mengakomodir rencana perluasan dan perpanjangan tersebut. Dengan terbukanya alur, maka arus kunjungan ke Babel melalui Pelabuhan Belinyu akan meningkat.

“Pak gubernur melihat besarnya potensi pasar wisatawan mancanegara dari kapal pesiar cruise ini. Nanti mereka kita arahkan untuk berkunjung ke destinasi-destinasi wisata di sini,” ujarnya.

Dinas perhubungan, sambung Tajuddin, merespon positif dan akan membahas hal tersebut dalam pertemuan bersama KSOP dan Pelindo II. Ia menilai ketersediaan alur dan dermaga yang memadai akan membuka peluang banyaknya kunjungan kapal wisata cruise.

Satu unit kapal saja menampung sekitar 3 ribu wisatawan. Sehingga dampaknya akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal melalui berbagai transaksi, seperti penjualan produk UMKM, kuliner, cinderamata serta kunjungan kr obyek-obyek wisata. “Nanti kapal-kapal cruise dari Singapura, Australia dan negara lainnya bisa mengarahkan rute wisatanya ke sini,” sebutnya.

“Maka gubernur mendorong PT Pelindo untuk mengkaji hal tersebut, karena ini akan membuka akses dari luar negeri melalui jalur laut,” demikian Tajuddin. (nov/rls/10)

Related posts