Babel Kekurangan Pegawai Tata Usaha

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kekurangan tenaga bagian Tata Usaha (TU) di sekolah mulai dari tingkat SMA, SMK dan SLB.

Wagub Babel, Abdul Fatah menegaskan karena kekurangan tenaga ini akhirnya membuat kepala sekolah (kepsek) bekerja sendiri mengurusi berbagai urusan di sekolah.

“Ada yang terisi tapi masalahnya kadang-kadang minta pindah, ini akan menjadi perhatian khusus bagaimana untuk tanggulangi persoalan ini, agar enggak berat tugas kepsek mengurusi persoalan administrasi di sekolah,” kata Fatah, Rabu (9/10/2019).

Dia berharap, ketika ada rekrutmen CPNS akan ditempatkan pegawai untuk mengisi jabatan sebagai kepala TU di sekolah.

“Kita akan melihat diantaranya untuk tenaga tertentu perlu didorong, kalau dapat alokasi formasi kita dorong untuk pemenuhan ke sekolah, yang diterima diharapkan memenuhi berbagai kekurangan,” sebutnya.

Sementara ini, lanjut dia, pemerintah perlu memberikan bimbingan teknis kepada pegawai di sekolah untuk mengelola administrasi di sekolah agar sesuai dengan aturan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Babel, M. Soleh mengakui memang masih banyak sekolah di Babel khususnya SMA SMK dan SLB yang belum memiliki kabag maupun kasubag TU.

“Memang masih banyak, kasubag TU kurang, kita mengharapkan ada percepat penambahan, kemarin ada beberapa diangkat jadi kepala TU tapi mundur, karena melihat banyaknya pekerjaan,” tambahnya.

Untuk mengcover pekerjaaan TU ini, kata Soleh, pihaknya mengangkat tenaga honorer, ada yang dibiayai sekolah dan pemprov.

“Kita lihat berapa ruangan belajar (rumbel-red) di sekolah, jika 16 kelas harus punya pegawai tata usaha itu 0,5 plus satu atau 9 orang, dari jumlah ini minimal tiga adalah PNS,” jelasnya.

Selain PNS, sekolah bisa merekrut tenaga bantuan atau honorer, boleh dibayar dengan dana BOS ataupun IPP (Iuran Pendanaan Pendidikan) dari sekolah.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Kunlistiani mengatakan di sekolah yang ia pimpin kekurangan orang untuk bagian tata usaha. Namun, pihaknya memanfaatkan pegawai yang tersedia.

“Kita ada, tapi enggak sesuai dengan syarat, baik kompetensi dan kualifikasi, saran saya memang harus ada kegiatan bimtek untuk kepala TU yang sudah ada, agar paham dengan tugas dan pekerjaannya,” pungkasnya.(nov/10)

Related posts