Babel Jajaki Kerja Sama dengan Nano Center

  • Whatsapp
Gubernur Babel Erzaldi Rosman didampingi istrinya Melati bersama CEO Nano Center Suryandaru dan staf usai rapat bersama, Selasa (21/5/2019).(foto: Nurul Kurniasih)

 

Kembangkan UMKM

PANGKALPINANG- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)dan Indonesia Council For Small Bussines (ICSB) Babel akan mengembangkan produk UMKM di daerah itu bekerjasama dengan Nano Center Indonesia.

“Ide ini dari ICSB Babel, ketuanya Bu Melati yang mengundang Nano Teknologi untuk mengembangkan (UMKM-red), ada beberapa kerja sama,” kata Gubernur Babel Erzaldi, usai rapat bersama dengan ICSB dan Nano Center, Selasa (21/5/2019).

Baca Lainnya

Pertama, kata dia dengan Nano Tech, kerjasama ICSB dengan OPD UMKM, dinas pendidikan, kepemudaan, komunikasi dan Badan Kepegawaian Daerah. Menurut Erzaldi, pengembangan produk harus ada efisiensi dan inovasi. Produk lanjut dia, bisa dikembangkan dengan teknologi.

“Pada suatu produk atau komoditas mengembangkan teknologi sekaligus entrepreneur, kita langsung MoU untuk kembangkan beberapa inkubator agar mereka lebih berinovasi baik produk atau teknologi,” jelasnya.

Dia mencontohkan, misalnya produk lada, saat ini tidak lagi hanya dijadikan produk makanan ataupun campuran bahan masakan, tetapi dikembangkan menjadi berbagai produk, obat dan kosmetik.

“Demikian juga dengan madu yang dikembangkan, diambil sarinya menjadi propolis obat, vitamin dan kosmetik. Artinya disatu sisi UMKM berkembang karena produk semakin banyak, ada added value dari komoditi, harga lada, madu juga bisa lebih mahal,” ulasnya.

Tak saja hanya mengembangkan teknologi, Pemprov Babel juga, lanjut Erzaldi ingin mendorong SDM bidang UMKM punya pengetahuan dan wawasan global. Untuk itu diperlukan tim dari Nano Center untuk membina pelaku UMKM.

“Mereka (Nano Center-red) membina karena ini ada take and give, mereka dapat jasa kita dapat pengembangan produk,” tambah orang nomor satu di Provinsi Babel ini.

Tak hanya itu, tambah Erzaldi, kedepan materi tentang UMKM sudah disampaikan ke sekolah, SMA dan SMK, agar siswa memiliki jiwa enterpreneur dan punya semangat untuk mengembangkan produk.

“Nantinya, dari kurikulum pembelajaran tersebut, disusun kerja sama antara dinas pendidikan, ICSB, dinas koperasi dan UMKM serta pihak Nano Center. Kita ajak dan dorong pemuda kita untuk kreatif dan inovatif,”katanya.

Selain itu, lanjut dia, program kerja sama tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan dari luar dengan produk yang ada. “Kalau gol, akan dapat bantuan dari luar negeri, ini sekaligus mengajak anak mudah kita menjadi enterpreneur, jangan hanya mau jadi pegawai, jadi honorer saja,” ujar Erzaldi.

CEO Nano Center, Suryandaru menyebutkan nano teknologi adalah teknologi termutakhir saat ini yang mampu merekayasa partikel menjadi material. Dengan teknologi ini nantinya bisa merancang material baru yang memiliki fungsi yang diinginkan serta memiliki keunggulan.

“Untuk program Babel Academy nanti kerjasama dengan Schoters, kami yang mencarikan dan membantu hingga ke luar negeri. Saya berharap dapat mengirimkan 100 anak muda ke luar negeri dengan budget sangat hemat dan mendapat biaya hidup,” ujarnya.

Di Provinsi Babel, dari hasil pantauannya, madu masih dijual dalam bentuk cair, padahal kalau dikembangkan menjadi propolis, satu mililiter harganya melebihi harga avtur bisa mencapai Rp12 ribuan.

“Saya berharap dapat membantu UMKM Babel dalam meningkatkan daya saing produk dan pengembangan produk, sehingga bisa berkembang lebih pesat dan dikenal luas,” kata Suryandaru.(nov/10)

Related posts