Awas! Buaya Teror Manusia

  • Whatsapp

Januari, 3 Orang Tewas Dimangsa
Leher Pelimbang Hampir Putus

SIMPANG KATIS – Buaya ancam manusia! Dalam bulan Januari ini, 3 orang warga meninggal dunia dengan mengenaskan akibat diterkam buaya.
Awal 2017, korban pertama Ngalimun (60) warga Dusun mempunai Desa Serdang Kecamatan Toboali, meninggal dunia diserang buaya di bibir pantai Mempunai saat menyungkur udang, Jumat pagi (6/1/2017).
Selanjutnya pertengahan Januari, tepatnya pada Senin sore (16/1/2017) korban Kedempul (40) asal Dusun Pejem Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu, tewas digigit buaya ketika memukat ikan di Pantai Mendulang dusun Pejem.
Nah, Selasa kemarin (24/01) buaya kembali menebar ancamannya. Kali ini, korban bernama Jais (29) warga Desa Sungkap Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah yang dilaporkan sempat hilang lebih dari 24 jam.
Bapak dengan satu orang anak itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Kolong Mayar Desa Sungkap.
Kejadian berawal pada Senin pagi (23/01) korban sempat pamit kepada istrinya sebelum pergi mencari nafkah mendulang bijih timah di sekitar Kolong Mayar.
Keseharian korban memang bekerja sebagai buruh pencari bijih timah yang mengandalkan satu unit mesin Robin. Dengan menggunakan sepeda motor miliknya, korban selalu bekerja seorang diri setiap harinya tanpa ada rekan lain yang menemaninya.
Apesnya pada Senin tersebut, hingga menjelang maghrib korban tak kunjung pulang ke kediamannya. Karena diselimuti perasaan cemas dan gelisah, sekitar pukul 19.00 WIB istri korban mencoba menghubungi ponsel korban. Terdengar nada aktif, namun ponsel itu tidak diangkat. Istri Jais pun meminta kepada sanak keluarganya menyusuri keberadaan korban ditempatnya biasa bekerja.
Berjam-jam pencarian dilakukan, namun belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Baru sekitar jam 1 malam Selasa dini hari tadi, pihak keluarga menemukan sepeda motor korban di sekitar Kolong Mayar.
Terlihat juga peralatan serta perlengkapan kerja korban masih lengkap berada lubang camui. Hanya saja, keberadaan korban tidak ada tanda-tanda.
Semula Jais diperkirakan telah tenggelam ke dalam dasar kolong. Proses pencarian pun berlanjut hingga siang hari. Pada saat proses pencarian sedang berlangsung, kecurigaan mulai menguat bahwa korban diterkam buaya dan diseret ke dasar kolong.
Apalagi di sekitar kolong itu memang dikenal warga terdapat buaya yang memang cukup ganas dan ketika Tambang Inkonvensional (TI) masih marak di sekitar kolong itu, banyak pekerja TI yang diterkam oleh buaya.
Didasari dengan riwayat kolong itu, pihak keluarga lalu mendatangkan pawang buaya. Tidak tanggung-tanggung, pada siang itu juga sebanyak 3 orang pawang buaya didatangkan ke lokasi. Ketiga pawang buaya yang didatangkan ini berasal dari Sungai Selan, Desa Keretak dan Desa Kurau.
Berbagai upaya pencarian terus dilakukan oleh ratusan warga bersama pihak keluarga, aparatur Desa Sungkap dan BPD Desa Sungkap, korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 16.45 WIB. Akan tetapi, kondisi korban dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan luka sobek di bagian dada dan leher hampir putus. Kuat dugaan penyebab luka tersebut dikarenakan terkaman buaya. Setelah dilakukan evakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Warga setempat, Mintaria mengatakan sejak hilang memang sudah diperkirakan bahwa korban hilang karena diseret buaya. Apalagi kolong itu memang dikenal banyak buaya yang sangat ganas.
“Waktu musim kerja TI dulu, banyak pekerja TI yang diserang oleh buaya,” katanya yang menjabat sebagai Ketua BPD Desa Sungkap saat dihubungi via ponselnya, Selasa kemarin. (ran/6)

Pos terkait