Awalnya Sebut Tambang Merusak Alam, Mulkan Lalu Sebut : Ada Positifnya

  • Whatsapp
Bupati Bangka, Mulkan

SUNGAILIAT– Bupati Bangka, Mulkan menyebutkan pertambangan timah berkontribusi merusak alam di daerah itu. Dia menegaskan, setahap demi setahap pertambangan akan ditinggalkan dan fokus pada pengembangan pariwisata.

“Tidak ada tambang yang tidak merusak alam, baik di darat maupun di laut tetap saja merusak,” ungkap Mulkan kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).

Menurut dia, pengembangan pariwisata difokuskan mengingat kontrak karya timah di darat hanya sampai tahun 2025 dan di laut hingga tahun 2027.

“Timah ini tidak bisa diperbaharui karena ini memang anugerah dari Tuhan. Jadi nanti timah ini habis, perekonomian kita juga akan anjlok. Untuk itu kami bertransformasi ke pariwisata,” terangnya.

Meski begitu, orang nomor satu di Kabupaten Bangka ini mengatakan ada sisi positif dari geliat pertambangan timah di Bangka. Kontribusi timah, menurutnya, membantu pembangunan daerah salah satunya di bidang pendidikan seperti berdirinya Polman Babel di Sungailiat.

“Positifnya ada timah ini, Polman bisa berdiri. Jadi masyarakat Bangka bisa melanjutkan sekolah tanpa harus keluar daerah lagi. Selain itu nenek moyang kita kerja juga dari timah sampai bisa menyekolahkan kita sampai menjadi orang,” terang Mulkan.

Mantan anggota dewan ini menambahkan, saat ini timah juga merupakan salah satu komoditas penyumbang devisa terbesar di Indonesia, sehingga dampak dari timah bisa dirasakan ke seluruh negeri. “Jadi timah kita ini turut menyumbang dalam pembangunan negara,” tutupnya.(mg419)

Related posts