Awali Tahun 2020, Yuslih Lantik 92 Pejabat

  • Whatsapp
Bupati Belitung, Yuslih Ihza saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 92 Pejabat mulai dari Eselon II hingga Eselon IV di Lingkup Pemkab Belitung Timur.(foto: istimewa).

Bukan Kepentingan Pribadi atau Politik

MANGGAR – Setelah menutup akhir tahun 2019 dengan melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, kini, mengawali tahun 2020, Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 92 Pejabat di Lingkungan Pemkab Belitung Timur.

Muat Lebih

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Satu Hati Bangun Negeri Sekretariat Daerah, Selasa, (7/1/2020) itu, terdiri dari satu orang jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II), 31 orang administrator (eselon III), dan 60 orang pengawas (esselon IV).

Banyaknya pejabat yang dilantik lantaran adanya perubahan nomenklatur pada beberapa OPD, seperti di Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD dan Rumah Sakit Daerah.

Satu-satunya Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah Ernadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menjadi Sekretaris DPRD.

Pelantikan Ernadi berbeda dengan Jabaran Pimpinan Tinggi Pratama lainnya, lantaran harus menunggu keluarnya surat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Seusai acara, Bupati Beltim menekankan pelantikan merupakan kebutuhan organisasi, bukan karena kepentingan pribadi apalagi untuk politik, tetapi untuk kemajuan Kabupaten Beltim.

“Bagi yang mendapatkan promosi jabatan agar tidak terus bereforia, tetapi terus bekerja dan berkarya dengan lebih giat dan termotivasi. Karena jabatan yang diberikan merupakan amanah,” kata Yuslih.

Pelantikan ini, menurut Yuslih, dapat dimaknai dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figure-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.

“Pengembangan karier pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan. Selain itu, diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi,” ujar Yuslih.

Lebih lanjut Yuslih mengatakan, mutasi dilakukan untuk menghindari kejenuhan pada rutinitas pekerjaan serta memiliki fungsi tujuan lain supaya seseorang dapat menguasai dan mendalami pekerjaan di bidang yang berbeda dengan harapan.

“Sekaligus juga meningkatkan semangat bekerja dengan harapan kinerja akan meningkat baik untuk pegawai OPD dan Pemkab Beltim,” tambah Yuslih. (yan/kmf/3).

Pos terkait