Audiensi ke KKP, Gubernur Erzaldi Bahas Peningkatan Kapasitas Balai Pemuliaan Ikan Hingga Budidaya Lobster

  • Whatsapp
Audiensi Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo di Kantor KKP di Jakarta, Kamis (20/2/2020). (foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, JAKARTA– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman kembali melakukan audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, Kamis (20/2/2020).

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Mina Bahari KKP ini membahas pengembangan dan peningkatan kapasitas Balai Pemuliaan Ikan (BPI) Tanjung Krasak dan Tanjung Rusa di Kepulauan Bangka Belitung.

Read More

Selain membahas penguatan kapasitas BPI, budidaya udang vannamei dan kerapu, gubernur dan Menteri Kelautan dan Perikanan juga membahas investasi lobster di pulau-pulau kecil di Bangka Belitung.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel, Dasminto menerangkan gubernur menaruh perhatian besar terhadap pengembangan komoditas perikanan dengan nilai ekonomis tinggi seperti udang vannamei dan ikan kerapu.

“Dari data BKIPM tercatat trend lalu lintas volume udang vannamei yang dikirim dari Babel di tahun 2019 sebesar 3.649 kilo meningkat 89 persen dibanding tahun 2018 yaitu sebesar 1.930 kg, artinya geliat budidaya vannamei di Babel meningkat dan ini harus didukung dengan Balai Pemuliaan Ikan yang bisa menyediakan benih udang produksi lokal yang berkualitas tinggi,” terang Dasminto.

Menurut dia, Babel memiliki Balai Tanjung Krasak dan Tanjung Rusa yang merupakan aset dan investasi untuk pengembangan budidaya, namun demikian sarana dan prasarana perlu untuk dilakukan rehab dan direkonstruksi sesuai kebutuhan saat ini.

“Alhamdulillah respon Pak Menteri sangat positif tadi, beliau mendukung penuh untuk penguatan sarana prasarana balai pemuliaan ikan kita, dan juga untuk pengerukan alur pelayaran nelayan serta kemungkinan investasi lobster di pulau- pulau kecil yang ada di Babel,” terang Dasminto.

“Untuk budidaya lobster, kita memiliki beberapa pulau yang potensial untuk kegiatan budidaya seperti di Perairan Pulau Gusongare, Pegantungan, Pulau Ru dan Pulau Sebongkok, nanti akan dikaji lagi teknisnya bersama tim,”tambahnya. (mutya/dkp)

Related posts