Aturan PPDB tak Akomodir KK Baru

  • Whatsapp

Zonasi Kikis Istilah Sekolah Favorit

PANGKALPINANG – Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, dapat dilihat dari Kartu Keluarga (KK) siswa yang mendaftar.

Namun, KK yang baru dibuat tetap tidak akan diakomodir pihak sekolah, karena diduga hanya manipulasi agar siswa dapat masuk ke sekolah tertentu.

Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh menyebutkan aturan ini bukan dibuat oleh Dinas Pendidikan, tetapi sudah aturan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan melalui Peraturan Menteri Pendidikan terkait PPDB.

“Kita menghindari orang memanfaatkan zonasi melalui KK berbagai cara, dilakukan orang agar dapat sekolah di sekolah tertentu, ini peraturan bukan dari kita tapi dari Permendikbud, bahwa KK yang diakomodir adalah KK asli dan sudah terdata paling tidak satu tahun sebelumnya,” kata Soleh.

Ia mendapat laporan, banyak sekolah yang sudah melapor adanya KK yang baru dibuat atau dirubah dan mendaftar di sekolah. KK ini bisa saja sengaja dibuat, agar si anak dapat sekolah di sekolah tertentu.

“Karena banyak yang baru merubah KK, banyak, demi ingin masuk ke sekolah tertentu,” imbuhnya.

Penerapan zonasi, berdasarkan jarak antara siswa ke sekolah ini, kata Soleh, tujuannya untuk mendekatkan siswa ke sekolah, sehingga tak perlu jauh-jauh ke sekolah.

Selain itu, zonasi ini juga untuk menghapus image tentang sekolah favorit, dan tak ada lagi istilah unggulan atau sekolah favorit, di satu sekolah ada siswa berprestasi baik, sedang dan lainnya.

“Semua sekolah sama, prestasi baik, semuanya aritnya yang menjadi tolak ukur bagaimana sekolah bisa kreatif, prosesnya bagus maka kami meyakini hasilnya juga lebih baik, kalau dulu ada sekolah favorit bebas mau masuk, yang dituju itu aja dari dulu, sehingga image kalau gak disitu sekolahnya gak bagus, sekarang tak ada lagi,” jelasnya.

Dengan jarak yang lebih dekat, siswa juga dimudahkan ke sekolah, bahkan ada yang berjalan kaki dan zonasi ini juga untuk pemerataan sekolah.

Kebijakan PPDB, juga mengakomodir siswa yang ikut orangtuanya pindah bekerja, tetapi harus dibuktikan dengan keterangan dari atasan te.pat orangtua bekerja.

Tak hanya itu, sekolah juga memberikan jatah 5 persen kepada siswa berprestasi untuk masuk ke sekolah, dan juga jatah bagi siswa kurang mampu.

Soleh memaklumi, dengan adanya zonasi ini, pasti semua orang merasa perubahan ini menjadi tidak nyaman, namun kebijakan ini diambil agar dapat mendekatkan siswa dengan sekolah.

“Semua orang dengan ada perubahan ini merasa dak nyaman, padahal tujuan pemerintah itu baik agar anaknya sekolah di sekolah terdekat, siapa yang peduli dengan sekolah terdekat, masyarakat sekitar, sehingga kepedulian tumbuh,” katanya.

“Harus kembali ke KK asal, pakai KK sebelumnya, bukan yang diperbaharui, jangan hanya sekarang pindah karena ingin mencari pindah saya sudah dapat laporan dengan berbagai macam alasan, harusnya sesuaikan dengan tempat tinggal,” ujarnya.

Ia berharap, orangtua yang baru merubah KK dapat lebih bijak menggunakan KK yang sebelumnya, menyesuaikan dengan tempat tinggalnya.

“Karena banyak yang melapor, KK dirubah, pindah ke rumah pamannya, untuk ke sekolah tertentu, ya kita gunakan KK sebelumnya, kan ada KK sebelum perubahan, itu yang digunakan,” pungkasnya.(nov/6)

Related posts