Atlet Silat Pra-PON Keluhkan Uang Saku

  • Whatsapp
Atlit silat pra-PON Atika diapit pengurus IPSI Bangka. (Rizky)

SUNGAILIAT – Atlet silat pra-PON Babel asal Sungailiat, Atika merasa haknya untuk mendapat uang saku dari KONI Bangka tidak disampaikan oleh Ikatan Persatuan Silat Indonesia (IPSI) Bangka.
Ia mengatakan hanya dirinya seorang yang tidak diberikan uang saku sebesar Rp 600 ribu selama ikut pra-PON beberapa waktu lalu.
“Saya sendiri yang tidak dapat uang saku, sampai sekarang belum ada kepastian uang itu kemana dan sama siapa,” ungkapnya, Selasa (14/1/2020).
Sebelumnya ia memang sempat tidak kumpul bersama dengan atlet silat lainnya saat diundang oleh ketua IPSI Bangka karena harus berpamitan dengan perguruannya diwaktu yang sama.
“Waktu itu memang seluruh atlet silat kumpul dan pamitan dengan ketua IPSI tapi saya tidak datang. Saya sudah kasih tau sama teman lainnya kalau saya tidak bisa hadir karena harus pamitan dengan perguruan,” tambah Atika.
Gadis 20 tahun itu mengira uang saku tersebut merupakan dari saku ketua IPSI Bangka namun setelah ditelusuri ternyata uang dari KONI Bangka.
“Saya sempat nanya ke teman dan pelatih siapa tau dititipkan ke mereka tapi tidak ada. Kata pelatih saya waktu itu ia tidak tahu menahu terkait uang itu,” tuturnya.
Atika juga pernah langsung menanyakan terkait uang itu ke ketua IPSI Bangka, Erlan namun hingga saat ini belum ada penjelasan darinya.
“Waktu pra-PON kemarin saya tanya ke ketua (Erlan-red) dan katanya mau datang dan nonton pra-PON jadi saya pikir nanya uangnya nanti saja kalau ketemu tapi ternyata tidak jadi datang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Bangka, Erlan mengatakan pihaknya memang tidak memberikan uang saku tersebut karena sudah melakukan tindakan indisipliner.
“Atika ini sudah melakukan tindak indisipliner, ketika dibutuhkan ia tidak ada. Kita tidak butuh dihormati tapi kita mau dihargai saja,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan uang saku tersebut merupakan bentuk dukungan dalam membantu atlet pra-PON asal kabupaten bangka dalam berprestasi.
“Mereka inikan sudah dibawah provinsi tapi kita ikut membantu saja memberikan uang saku ini. Tidak mungkin dari beberapa atlet tapi cuma satu saja yang tidak kita berikan,” tambah Erlan.
Ia tidak menyangkal kalau uang saku untuk Atika tidak diberikan karena sudah dianggap tidak profesional.
“Kita ingin dia datang ke IPSI dulu jangan lewat wa, kalau tidak ketemu di rumah saya atau di KONI juga tidak apa-apa. Saya mau dengar dulu penjelasan dari mulutnya langsung,” tegasnya. (mla/6)

Related posts