Atasi Banjir, Bupati Wacanakan Pembangunan Embung

  • Whatsapp

Butuh Dana Minimal Rp 40 M

SUNGAILIAT – Untuk mengatasi bencana banjir yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Bangka, Bupati Bangka, Tarmizi Saat mewacanakan untuk membangun embung di setiap desa. Hujan selama dua hari kemarin membuat banjir dibeberapa wilayah di Bangka seperti di Sinar Jaya, Hakok, Mapur, Kampung Gedong dan lainnya.

“Bisa embung kabupaten, perbatasan Pangkalpinang, Bateng dengan Kabupaten Bangka. Embung di enam lokasi, minimal luas tiga hektar dengan kedalaman 100 meter. Embung di Merawang, perbatasan dengan Pohin. Kemudian Sempan, Kimak dan Jurung karena air dari Bukit Sambung Giri. Di Riau Silip, daerah Mapur ada tambang besar aliran dari sawit tumpah semua ke Mapur. Kemarin, saya kesana air di atas jembatan. Sudah diperbaiki, saya lihat,” kata Tarmizi, Senin (30/1/2017).

Namun diakuinya pembangunan embung tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Minimal kata dia, dibutuhkan dana Rp40 miliar. Untuk itu, kata orang nomor satu di Kabupaten Bangka ini perlu kerjasama Pemda dan pihak ketiga. Pembangunan embung, kata dia, bisa juga diusulkan desa melalui dana APBDes.

“Perusahaan besar diwajibkan untuk membantu kita. Ini bukan masalah sederhana . Kalau tidak ada tindakan, 10 tahun akan jadi apa. Kapan hujan akan stress. Ini kita pikirkan bersama-sama. Kades diundang untuk buat embung,” kata Tarmizi.

Mantan Sekda Bangka ini menambahkan dibeberapa tempat lokasi banjir sudah dilakukan penggerukan alur muara sungai untuk mengatasi pendangkalan. Lebih lanjut ia menyarankan di DAM Pemali dibuat penanaman karena sudah terjadi abrasi. Kalau air jebol maka Air Hanyut dan Kuday bisa tenggelam.

“Saya sudah cek ke Sinar Jaya, Hakok, Kualo, Mapur. Dari Lumut jalan sudah lancar. Pengungsi sudah kembali, sudah mulai kerja. Sudah dilakukan penggerukan dengan PT Timah,” kata Tarmizi.

Ia juga mengharapkan kepada masyarakat untuk banyak menanam khususnya pohon rumbia karena rumbia bisa menahan banjir, menyedot air yang banyak. Sedangkan di daerah kritis bisa ditanami bambu kedepannya. (snt/10)

Related posts