Atap Gedung Dinkes Pangkalpinang Roboh

  • Whatsapp
ATAP ROBOH – Kondisi atap gedung lantai 2 Kantor Dinas Kesehatan Pemkot Pangkalpinang yang roboh seketika. Diduga saat pengerjaan pembangunan gedung tersebut kontraktor menggunakan tulang rangka baja yang tidak sesuai dengan SPEK sehingga mudah rapuh dan patah. (foto: Budi Muridan)

Pimpinan DPRD Langsung Sidak
Minta Kontraktor Bertanggungjawab
Panggil PPK dan PPTK

PANGKALPINANG – Atap gedung lantai dua Kantor Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Pangkalpinang diketahui roboh, Rabu pagi (12/5/2019).

Atap genting menggunakan rangka baja yang baru berusia 4 tahun tersebut, dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang tahun 2015 dengan pagu dana sebesar Rp 3,4 miliar, berdasarkan data LPSE Kota Pangkalpinang nomor kode lelang 584096.

Beruntung tidak ada pegawai saat kejadian, hanya saja sejumlah peralatan elektronik seperti ac dan sound system rusak berat akibat ambruknya atap ruang rapat tersebut.

Robohnya atap gedung Gedung yang beralamat di Jalan Rasakunda, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Grimaya Pangkalpinang itu diketahui oleh pegawai saat masuk kerja.

PNS yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan dirinya baru mengetahuinya pagi hari ketika dia masuk kerja kondisinya sudah roboh.

“Kami pun tidak tahu kapan kejadiannya. Pas kami masuk kantor atap gedung di lantai dua itu sudah roboh,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian hanya berapa peralatan elektronik yang ada didalam gedung tersebut rusak parah.

“Kalau korban jiwa nggak ada hanya aset Dinas Kesehatan yang ada di dalam gedung ruang yang rusak parah. Kami pun terkejut,” jelasnya.

Mendapat informasi ambruknya atas gedung, sejumlah Anggota DPRD Kota Pangkalpinang dipimpin Wakil Ketua, Depati Gandhi langsung mendatangi lokasi kejadian.

Gandhi mengatakan pihaknya belum mendapatkan klarifikasi dari pihak Dinas Kesehatan mengenai ambruknya atap gedung.

“Atas kejadian ini kami sebagai anggota Dewan menyesal sekali karena pihak Dinas Kesehatan tidak pernah melapor pada kami, justru mendapat laporan dari para wartawan,” ungkap Gandhi.

Bukan hanya itu saja, saat Legislator ke lokasi tidak satupun pejabat di kantor tersebut bisa dimintai keterangan terkait ambruknya atap gedung tersebut.

Gandhi juga menyebutkan seharusnya bagi yang roboh harus dipasang garis polisi agar ruangan tidak dimasukkan orang sehingga bisa membuat bahaya atau ada korban jiwa dari kejadian ini.

Katanya, untuk mengetahui penyebab ambruknya atap gedung ini, DPRD akan memanggil pihak yang terkait dengan pembangunan gedung Dinkes ini, seperti PPK, PPTK dan konsultan, termasuk pejabat Dinkes.

Ia berharap dengan adanya kejadian ini semoga tidak menghalangi aktivitas dan kinerja pegawai.

“Kami sudah melihat seperti kerusakan pada ruang rapat Dinas Kesehatan dan belum mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait,” tukasnya.

Sementara Plt Kepala Dinkes, Suriyanto mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab robohnya atap gedung. Namun dirinya telah menyampaikan laporan kepada Walikota Pangkalpinang atas kejadian itu.

Dia menegaskan telah melakukan komunikasi kepada kontraktor yang mengerjakan bangunan gedung di jaman Kepala Dinas yang lama. Katanya, PPK dan PPTK juga sudah dihubungi.

“Kami sudah melakukan komunikasi. Yang jelas kerusakan itu akan segera diperbaiki. Mengenai penyebabnya kami pun belum tahu,” kilahnya.

Dia mengatakan telah memerintahkan pegawai untuk mengosongkan seluruh barang-barang yang berada di lantai atas dekat gedung yang roboh tersebut. Hal itu tegasnya dilakukan untuk mengantisipasi bahaya terhadap pegawai maupun aset Dinkes.

“Itu musibah. Kita yang jelas akan melakukan langkah terbaik. Pak Walikota juga sudah menginstruksikan agar perbaikan cepat dilakukan, karena ini urgent,” tegasnya.

Terpisah, Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil menegaskan sudah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan langkah cepat.

Kata dia, pihaknya sudah menghubungi kontraktor yang membangun gedung itu untuk memastikan seperti apa pertanggungjawabannya sesuai dengan aturan.

“Apakah masih ada pemeliharaaan atau pertanggungjawabannya. Jika tidak kami akan siap anggarkan untuk perbaikan segera,” tutupnya. (bum/6)

Related posts