Atak Pencuri Timah & Lada Dibekuk Polisi

  • Whatsapp


TOBOALI – Atak (46) seorang buruh harian, warga Parit 8 Toboali, DPO kasus pencurian, akhirnya berhasil dibekuk tim Opsnal Polsek Toboali di Parit 8 Toboali, pada Rabu (6/3/2019) malam.

Saat ditangkap, Atak mencoba menghindari dari kejaran polisi. Namun, ia tak mampu berlari kencang lantaran kakinya terluka. Penangkapan Atak berawal dari pengembangan Tim Opsnal Polsek Toboali yang dipimpin langsung Kapolsek Toboali IPTU Yandri C. AKIP, SH, MH dan Kanit Reskrim IPDA Rio Pranata Tarigan, STrK.

Kerja keras tim berhasil menemukan dan menyamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vega R yang diduga hasil curian berdasarkan LP/B-299/VI/TUL.7.2.4/2018/BABEL/RES BASEL/SEK TOBOALI, tanggal 13 Maret 2018.

Kasus bermula saat pelapor Firmansyah alias Arman (42), warga desa Gadung Toboali yang melaporkan bahwa ia telah kehilangan 3 kampil timah dan 3 karung sahang atau lada. Arman mengetahuinya ketika ia pulang dari menjemput anaknya pada 12 Maret 2018 lalu.

Mengetahui terjadi pencurian, Ia Langsung melapokannya ke Polsek Toboali. Dalam pelaporan yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B-299/VI/TUL.7.2.4/2018/BABEL/RES BASEL/SEK TOBOALI, tanggal 13 Maret 2018 ia mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

Kapolsek Toboali, Iptu Yandri C. AKIP seizin Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono, membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku yang merupakan DPO yang selama ini di cari. Atak terdata dalam daftar DPO No : DPO/04/IV/2018/Reskrim tanggal 10 April 2018.

“Ya, kita telah mengamankan pelaku tindak pidana pencurian berikut barang bukti hasil tindak kejahatannya dan pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan Unit Reskrim dan akan kami kembangkan apakah pelaku juga pernah melakukan tindak kejahatan lainnya,” ungkap Kapolsek.

Ia menambahkan, pelaku Atak akan dijerat pidana pasal 363 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumanya maksimal 7 tahun penjara. pungkas Yandrie. (raw/3)

Related posts