Asyraf Berharap Babel Jadi Terbaik di Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional 2020

  • Whatsapp
Catrine Sharon Siswa SD Tuna Harapan Muntok, Kabupaten Bangka Barat mewakili Babel saat tampil di Grand Final Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional, Senin.
(7/9/2020).(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DKPUS Babel), Asyraf Suryadin berharap, Babel menjadi yang terbaik di Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2020, yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) secara virtual.

“Setiap tahun kita mengikuti kegiatan ini. Untuk juara kita belum pernah, tapi harapan sudah pernah. Harapan kita tahun ini merupakan tahun terbaik kita. Dan untuk kegiatan ini, karena dilakukan secara virtual, maka kita sudah siapkan secara maksimal,” ungkapnya usai mengikuti pembukaan Grand Final Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2020, di Ruang Pertemuan DKPUS Babel, Jalan Jenderal Sudirman, Pangkalpiang.

Menurut Asyraf, ada hal yang unik dalam lomba kali ini, dimana DKPUS Babel sengaja mengundang sejumlah sekolah untuk mengikuti, menyaksikan secara langsung jalannya pelaksanaan Grand Finas Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional.

“Itu kita lakukan sekaligus langkah kita memotivasi mereka, agar di tahun-tahun mendatang bisa mempersiapkan diri. Mereka melihat lomba-lomba skala nasional itu seperti apa. Ini penting, pengalaman itu tidak hanya mereka lakukan terhadap pribadi, tapi juga mengikuti atau mengamati apa yang diamati untuk menambah wawasan,” ujar Asyraf.

Baca Lainnya

Untuk tahun depan, ditambahkannya, DKPUS Babel akan melakukan hal yang sama, karena ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Perpusnas. “Mudah-mudahan untuk tahun depan dapat kita lakukan lebih baik baik lagi,” harap Asyraf.

Ketua Pelaksana Grand Finas Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional 2020, Bondan mengatakan, walaupun kegiatan ini dilaksanakan secara virtual, namun tidak mengurangi kualitas lomba seperti tahun-tahun sebelumnya.

Lomba bertutur tahun ini, mengusung tema “Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal dalam Upaya Membangun Karakter Kecerdasan, Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda Indonesia”.

Kepala DKPUS beserta sejumlah Pejabat DKPUS Babel saat mengikuti Pembukaan Grand Final Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional 2020 secara virtual oleh Kepala Perpusnas RI.(foto: ist).

Lomba Bertutur Tingkat Nasional ini, dijelaskannya, bertujuan menumbuhkembangkan kegemaran membaca anak-anak Indonesia, serta penciptaan karya-karya bangsa melalui berbagai sumber bacaan.

Tujuan lainnya, mencari bibit-bibit generasi muda dari penjuru nusantara yang dapat menjadi panutan dalam upaya mengembangkan buda gemar membaca di Indonesia.

“Sasaran kegiatan ini, adalah siswa kelas 5 dan 6 SD/MI baik negeri maupun swasta yang telah memiliki perpustakaan sekolah di Indonesia,” sebutnya.

Grand Final Lomba ini, dipaparkannya, berlangsung sejak dari 7 – 10 September 2020, dan pengumuman pemenang pada 10 September 2020.

“Peserta Lomba ini, sebanyak 34 orang peserta dari 34 Provinsi di Indonesia, yang merupakan juara 1 Lomba bertutur tingkat provinsi dan sudah melewati tahapan kompetisi tingkat kabupaten/kota,” tambahnya.

Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando dalam pengarahannya saat membuka Grand Final Lomba Bertutur mengatakan, dengan generasi masa mendatang ini ikut Lomba Bertutur, tentunya akan memiliki kekuatan, motivasi, kreativitas baru, dan bisa memenangkan persaingan global.

“Indonesia 50 tahun ke depan adalah jantungnya Asia. Intinya, kehidupan akan berpusat di Asia. Sejatinya didalam Grand Final Lomba Bertutur ini, kita secara nasional memfasilitasi putra-putri terbaik bangsa yang saat ini berusia 11, 12 tahun. Kalian inilah yang akan menggenggam negara ini, karena pada usia Indonesia memasuki masa emasnya 100 tahun kemerdekaannya, usia kalian adalah usia yang matang,” ujarnya.

Diungkapkan Kepala Perpusnas RI, pemilik masa depan adalah pembaca. “Siapa yang membaca dengan baik, Ia akan menggenggam dunia di masa mendatang. Siapa yang tidak membaca, dia hanya tinggal cerita dan pemilik masa lalu,” kata Muhammad Syarif Bando.

“Saya berharap lomba ini bisa berlangsung dengan tertib, lancar, dengan tidak ada tawar menawar dengan kualitas. Semua ada pada dewan juri. Saya berharap tidak ada campur tangan dari siapa pun untuk memastikan yang terbaik. Siapapun yang ditetapkan sebagai pemenang, dialah yang memiliki kualitas terbaik,” tegas Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando.

Sementara itu, Catrine Sharon Siswa SD Tuna Harapan Muntok, Kabupaten Bangka Barat yang mewakili Babel di Grand Finas Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Nasional, tampil pada urutan ke 6, dengan tema cerita “Peri Umang-umang dan Keluarga Nelayan”.

Penampilan Catrine live via virtual tersebut, selain didukung langsung para Guru, Pembimbing dan orang tuanya yang hadir menyaksikan berlangsung Lomba, juga didukung Kepala DKPUS Babel beserta jajarannya.(rel/aliyah).

Related posts