Asyik Main Game Online, 40 Anak Kedapatan di Warnet Jam Malam

  • Whatsapp
MAIN GAME ONLINE – Dinas terkait melakukan pendataan terhadap anak-anak dibawah yang terjaring main game online di warnet pada jam malam. (foto: Zuesty)

DP2KBP3A Lakukan Pendataan

SUNGAILIAT – Sebanyak 40 anak dibawah umur ditemukan berada di warung internet (warnet-red) pada jam malam. Temuan tersebut didapati saat Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuannya dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka dan Satpol PP melakukan pengawasan di sejumlah warnet yang ada di daerah Kota Sungailiat, Kamis malam (18/7/2019).

“Kegiatan ini dalam rangka upaya menangani pencegahan eksploitasi seksual terhadap anak berbasis online atau ciber. Dimulai pada pukul 21.00 WIB. Dan dari pelaksanaan malam tadi kita mendapati sebanyak 16 anak dibawah umur 15 tahun, dan diatas umur 16 tahun sampai 19 tahun sebanyak 15 orang, ditemukan sedang main game,” jelas Boy Yandra, selaku Plh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka, Jum’at (19/7/2019).

Menurut Boy, dari anak-anak tersebut masih ada yang berstatus pelajar SMA, SMP dan ada juga anak putus sekolah. Anak-anak itu rata-rata menghabiskan uang sekira Rp 5.000-Rp 30.000 perhari dengan rentan waktu 2 – 6 jam.

“Pemilik warnet sebenarnya sudah memberikan peringatan kepada pengunjung bagi masih yang dibawah umur, hanya sampai pukul 21:00 IB. Tetapi anak-anak tersebut masih saja tetap membandel. Tujuan utama adalah bagaimanw tidak terkaji ekploitasi anak melalui ciber atau online, menghindari kecanduan anak bermain game, memiliki badan segar dan bugar sewaktu dia bersekolah dengan tidur tidak begitu larut. Disini kami juga membutuhkan peran orangtua turut dalam mengawasi anaknya,” jelasnya.

Anak-anak tersebut kemudian didata dan didapati beberapa diantaranya merupakan anak yang putus sekolah dengan alasan orang tuanya tidak memiliki biaya.

“Sebenarnya kalau soal biaya bukan jadi halangan, pemerintah bisa bantu. Kita ada bantu anak yang tidak mampu dan sampai saat ini sudah dua tahun sekolah terus,” tambahnya.

Selain itu ia juga akan menyurati pihak sekolah agar guru BK anak-anak tersebut dapat memberi pengawasan lebih saat di sekolahnya masing-masing.

“Diantara anak-anak ini ada juga yang belajar disalah satu sekolah favorit. Warnet-warnet itu sudah kita lihat dulu sebelumnya, bahkan ada yang buka dari pagi sampai ke pagi lagi, kita tidak mau menutup rejeki orang tapi tetap harus ikuti aturannya juga,” terang Boy.

Saat melakukan kegiatan itu, ia juga sempat menemukan minuman beralkohol didekat anak-anak yang bermain game online di salah satu warnet.

Boy mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk melindungi anak-anak di kabupaten bangka dari bahayanya eksploitasi anak dari dunia maya yang saat ini sedang marak.

“Kita mencegah agar anak-anak kita tidak terpengaruh ekspolitasi anak seperti perdagangan anak melalui online,” pungkasnya.

Boy juga meminta peran orang tua agar lebih aktif dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya.

“Kita minta peran orang tua juga harus lebih aktif, soalnya kita dapati uang yang beredar tiap harinya di warnet itu dari tiga ribu hingga 30 ribu per anak, tentunya itu dikasih orang tua,” tutupnya. (2nd/mla/6)

Related posts