Asspidsus: Perbaiki Proyek Embung Mentas !

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Pengerjaan mega proyek pembangunan Embung Air Baku Gunung Mentas di Dusun Kepayang, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, yang sebelumnya beberapa kali ambruk, terus mendapat pengawasan Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel).

Kini, proyek yang menelan dana APBN mencapai ratusan juta rupiah tersebut masih dalam tahap pemeliharaan atau perbaikan oleh pihak kontraktor. Sehingga, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati Babel belum bisa “masuk” menyelidiki dugaan penyimpangan proyek yang dikerjakan oleh PT Patimah dengan menggandeng PT Bangka Cakra Karya dalam kerja sama operasi (KSO) senilai Rp123.202.129.000.

“Embung itu, itukan sudah ada dari Pak Kajati. Itukan masa pemeliharaan sampai dengan Januari 2020, masih ada dalam masa pemeliharaan, diperbaiki itu,” tegas Asisten Tipidsus (Aspidsus) Kejati Babel, Edi Ermawan saat ditemui sejumlah wartawan Rabu sore (14/8/2019).

Ia mengatakan, penyidik belum bisa masuk ke proyek tersebut lantaran sedang dilaksanakan masa pemeliharaan. “Kalau misalnya kita masuk, ya gak bisalah, janganlah. Kita gak boleh sembarangan-sembarangan, proyek itu sedang dilaksanakan, salah kalau kita masuk,” ucapnya.

Karenanya Asspidsus mendesak pihak kontraktor agar segera memperbaiki ambruknya dinding Embung Air Baku tersebut. “Itu, kalau masih dalam masa pemeliharaan, ya diperbaikilah,” sarannya.

Disinggung mengenai proyek tersebut dikerjakan selama tiga kali tahun anggaran (TA), yakni TA 2016, 2017 dan terakhir 2018, Asspidsus mengaku tak tahu menahu. Dan Tim TP4D Kejati Babel hanya mengawal keberadaan proyek tahun anggaran 2018 saja. “Nah, gak tahu saya kalau TP4D. Kalau TP4D bukan urusan saya, saya pidsus,” tandasnya sembari tersenyum.

Dalam berita sebelumnya, Ketua Masyarakat Peduli Transparansi Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (MPTD Babel), Amsori menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proyek pembangunan embung air baku itu hingga tuntas.

“Apapun pekerjaannya, kalau terjadi penyimpangan mesti dipertanggungjawabkan. Selanjutnya, semua yang terlibat mesti bertanggungjawab,” tegasnya di Pangkalpinang, Minggu (28/7/2019).

Ia meminta aparat penegak hukum tidak diam dan membiarkan proyek ini terancam mubazir atau tak bisa dinikmati masyarakat.

“Apalagi (penegak hukum-red) sampai memback up. Kami akan terus mengawal dan mengawasi semua kasus-kasus yang ada, agar segera diproses dan hukum benar-benar ditegakkan,” tekannya.

Amsori menegaskan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan ini supaya mau bertanggungjawab dan memperbaiki proyek hingga tuntas.

“Intinya, dalam permasalan proyek pembangunan Embung Air Baku Gunung Mentas ini, kami meminta kepada para penegak hukum untuk tidak diam dan membiarkan, apalagi sampai memback up. Kami akan terus mengawal dan mengawasi semua kasus-kasus yang ada, agar segera diproses dan hukum benar-benar ditegakkan,” imbuhnya.

Lebih jauh dia mempertanyakan, kenapa dinding embung tersebut sempat ambruk. Padahal, proyek ini menelan dana yang sangat fantastis jumlahnya.

“Dalam proyek tersebut, ketika hasil pembangunan tidak sesuai, maka patut dipertanyakan ada apa dengan proyek tersebut. Siapa dalang dalam proyek ini dan mereka semua terlibat dalam pembangunan tersebut, karena hasil pembangunannya tidak layak ataupun tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” pungkasnya. (bis/1)

Related posts