ASN dan Presidium Basel Keluhkan Pelayanan ATM BSB

  • Whatsapp
Tokoh Presidium Bangka Selatan Hidayat Tukijan saat memberikan keterangan berkenaan dengan BSB Toboali.(foto: dedi).

Widjanarko, CSR Rp 120 Juta & Kredit Rp 43 M

TOBOALI – Pelayanan ATM Bank SumselBabel (BSB) Toboali dikeluhkan. Aparatur Sipil Negara (ASN) Bangka Selatan, Syumurhan menyebutkan, ATM BSB sering mengalami gangguan. Kerusakan ATM ini menyebabkan antrian panjang.

“Alangkah susahnya mengambil uang sendiri di ATM BSB Toboali, fasilitas ATM Cuma 4 unit dan sering rusak, padahal semua ASN Pemkab dan guru menggunakan fasilitas ATM BSB, sehingga perlu perhatian serius,” kata Syumurhan dalam jumpa pers yang digelar, Jumat (14/12/2018).

Sementara itu, tokoh Presidium Basel, Hidayat Tukijan mempertanyakan kontribusi BSB Toboali yang dinilai memiliki keuntungan besar di Basel. “Kas daerah, gaji ASN serta penyertaan modal di BSB Toboali, kontribusi bagi pembangunan Basel yang ingin kami pertanyakan, begitu juga dengan CSR, KUR BSB bagi petani dan nelayan Basel bagaimana” kata Hidayat.

Hidayat juga menyinggung fasilitas ATM BSB jika hujan dan panas maka nasabah pun akan seperti itu. Selain itu, tidak ada tempat bermain bagi anak-anak serta tempat menyusui bagi ibu.

Terpisah, Pimpinan Bank SumselBabel Toboali Widjanarko didampingi Wakil Pimpinan Arpani mengungkapkan pihaknya, terus meningkatkan pelayanan dan dalam waktu dekat akan di operasikan 2 (dua) kantor kas yaitu Kantor Kas Pemda dan Kantor Kas Sadai. Selain itu, BSB Toboali juga telah mengusulkan penambahan 4 (empat) unit mesin ATM yang berlokasi 2 (dua) unit di Kantor Cabang Toboali, 1 (satu) unit di Jalan Jendral Sudirman Toboali dan 1 (satu) unit di Kecamatan Tukak Sadai termasuk renovasi pembangunan ATM demi kenyamanan nasabah.

“Rencana kerja tahun 2019 juga kami telah merencanakan penambahan jaringan kantor mobile (mobil kas keliling) yang dapat menjangkau ke pelosok-pelosok daerah yang belum terjangkau,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Arpani, kontribusi sebagai Bank Daerah diberikan dalam bentuk penyaluran kredit kepada masyarakat, di mana sampai dengan Desember 2018 tercatat Bank Sumsel Babel Cabang Toboali telah menyalurkan tidak kurang dari Rp43,019M dengan total debitur sebanyak 344 orang diluar kredit konsumtif kepada pelaku usaha di Bangka Selatan yang memiliki sektor usaha yang bermacam-macam.

“Adapun penyaluran kredit terhadap masyarakat umum tersebut meliputi Kredit Modal Kerja, KUM dan KUR, dimana untuk penyaluran KUM dan KUR telah melalui seleksi ketat sesuai aturan pemerintah (tepat sasaran kepada pelaku usaha kecil). Selain itu, Bank Sumsel Babel melalui unit pemasaran terus berperan aktif sebagai nara sumber yang di undang pihak Dinas Pemkab Bangka Selatan dalam kegiatan sosialisasi kepada para pelaku usaha di Bangka Selatan,” imbuhnya.

Bank Sumsel Babel juga tidak melupakan begitu saja perannya dalam kepedulian terhadap lingkungan sekitar Bangka Selatan, hal ini dapat diketahui dari pengelolaan CSR yang telah disalurkan dalam bentuk penyerahan bantuan berupa 1 (satu) unit mobil mini bus kepada Pemkab Bangka Selatan. Dan telah tercatat juga bantuan-bantuan kepada masyarakat lainnya kurang lebih di tahun 2018 telah mencapai Rp120juta.

Arpani menambahkan, penyertaan modal kepada Bank Sumsel Babel, selama ini telah dipertanggungjawabkan pihak Bank Sumsel Babel dalam bentuk pembayaran deviden kepada Pemkab setiap tahunnya melalui RUPS. Deviden ini merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan dipergunakan untuk pembangunan Kabupaten Bangka Selatan. (raw/3)

Related posts