by

April, DLH Pangkalpinang Data Limbah B3

PANGKALPINANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang berencana melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan yang menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Pangkalpinang.
Hal itu ditegaskan Kepala Seksi (Kasi) Limbah B3, DLH Kota Pangkalpinang, Faisal. Menurutnya, pendataan ini dilakukan salah satunya untuk mewujudkan Kota Pangkalpinang tersenyum dengan masyarakat bebas dari limbah B3. Selain itu, hal yang dilakukan sebagai rangka pengelolaan lingkungan hidup, sehingga perlu pengurangan bahan atau zat pencemar ke media lingkungan.
“Salah satu bahan pencemar yang sangat merusak lingkungan adalah limbah B3 yang merupakan sisa dari suatu usaha atau kegiatan yang mengandung B3,” ujarnya kepada wartawan Rabu (20/2/2019).
Dengan dilakukan pendataan ini, DLH akan dapat mengetahui potensi limbah B3 yang timbul baik dari asal sumber, jenis, karakter maupun jumlahnya. Selanjutnya, data maupun pemetaaan sumber penghasil B3 ini, dapat menjadi bahan dalam perencanaan pengelolalan limbah tersebut.
“Untuk tahun 2019 ini, kita akan melakukan pendataan di dua kecamatan dengan 15 kelurahan sesuai dengan dana yang tersedia. Rencananya, pendataan ini akan kita mulai paling cepat April mendatang,” jelasnya.
Diakui Faisal, saat ini, baru ada 15 usaha atau kegiatan yang memiliki izin pengelolaan limbah B3. Sedangkan dua jenis usaha lainnya masih dalam proses perizinan. Usaha-usaha ini bergerak di bidang peleburan timah, pelayanan kesehatan, reparasi kendaran bermotor, industri perkapalan dan pengolahan kelapa sawit atau CPO.
Pada dasarnya lanjut dia, pengelolaan limbah B3 hukumnya wajib bagi seluruh usaha atau kegiatan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.
“Karena itu kita harap dengan adanya pendataan ini akan semakin banyak perusahaan yang memiliki izin pengelolaan limbah B3. Dan ini juga bagian dari upaya kita dalam mewujudkan visi misi Walikota Pangkalpinang menjadi kota beribu senyuman, karena kalau kota dipenuhi limbah dan sampah, maka tidak akan bisa jadi kota beribu senyuman,” tukas Faisal. (bum/1)

Comment

BERITA TERBARU