Apresiasi Pemuda Terhadap Warisan Pahlawan

No comment 234 views

Oleh: Istiya Marwinda,S.IP
Fasilitator Dewasa Forum Anak Bangka Selatan/Anggota Kosada BABEL

Istiya Marwinda,S.IP

Perjuangan berdarah yang mengorbankan banyak pejuang pada peristiwa 10 November ketika Indonesia melawan Belanda sungguh memberikan banyak arti bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Sejarah Revolusioner Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 November, membuktikan bahwa begitu keras perjuangan bangsa ini melawan kolonialisme. Perjuangan masyarakat Surabaya melawan penjajah menggerakan hati seluruh warga negara Indonesia untuk melakukan perlawanan. Dan perlawanan yang dilakukan setelah Kemerdekaan Indonesia dicetuskan merupakan aksi menghindari para penjajah yang ingin kembali menguasi Indonesia.
Untuk melawan penjajah pada masa kolonialisme melibatkan banyak sekali pengorbanan, dari yang muda hingga orang tua. Seluruh warga masyarakat Indonesia berjuang untuk merebut kemerdekaan. Terutama perjuangan para pemuda yang semangatnya berapi-api untuk Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemuda merupakan bagian yang paling penting dalam setiap peristiwa yang terjadi di negeri ini. Tidak salah lagi, pangeran diponogoro yang masih berusia belia saja sudah turut berperang ketika ia berumur 16 tahun. Ia sudah mulai berperang pada masa kerajaan dan menjadi pemimpin perang. Jadi, jasa seorang pahlawan sangatlah penting. Tidak mengenal muda atau tua, pahlawan tetaplah pahlawan. Orang yang sudah berjuang untuk kemaslahatan orang banyak.
Kita tidak boleh melupakan sejarah perjuangan para pahlawan, dengan peringatan hari besar pahlawan yang selalu kita peringati setiap tanggal 10 November. Alur sejarah selalu berjalan sesuai zaman. Kini kita sudah dibekali banyak sejarah oleh para pejuang bangsa. Perlawanan yang berat pada masa penjajahan sudah di lewati melalui genjatan senjata. Perlawanan berdarah yang mengorbankan banyak jiwa. Hingga kini kita bisa menikmati warisan para pejuang dengan hidup nyaman di negara yang kaya ini. Masa sudah berganti masa, era kemerdekaan sudah menjadi sejarah bagi bangsa ini. Lalu, masa orde baru sudah di gantikan oleh era reformasi. Dan saat ini, kenal dengan revolusi mental kata orang nomor satu negara ini. Tidak hanya itu, para anak muda yang mengaku generasi milenial sudah ramai terdengar di telinga khalayak publik pada saat ini.
Lalu bagaimana pemuda hari ini, sudahkah menikmati warisan para pejuang yang kita sebut pahlawan? Tidak malukah bila masih mengeluh? Kurangkah nikmat yang pahlawan wariskan?
Warisan yang diberikan pahlawan tidak akan sanggup dibeli oleh siapapun. Belanda sekalipun tidak bisa membelinya. Indonesia adalah harta yang diberikan oleh para pahlawan bagi anak cucunya. Indonesia yang mampu berdiri sendiri tanpa perintah dari negara jajahan manapun. Sumberdaya alamnya yang menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat adalah harta yang tak ternilai jumlahnya. Kebebasan menyatakan kebenaran dan kebebasan berkarya untuk kepentingan publik. Tidak bisa disebutkan satu-persatu warisan yang telah diberikan oleh pahlawan.
Mereka tidak lagi meninggalkan perang, melainkan meninggalkan kebebasan. Tapi, yang terlihat ternyata era sekarang sudah terlalu bebas. Kentalnya pengaruh moderenisasi menyebabkan pemuda melewatkan sendi-sendi sejarah dan kebudayaan masyarakat Indonesia. Lalu, peran pemuda terhadap sejarah perjuanganpun perlahan-lahan hilang. Setelah asik dengan kebanggaan predikatnya sebagai generasi milenia, merasa pemuda paling modern dan gaul. Menjaga peran sebagai muda sangatlah penting dengan membangkitkan rasa patriotisme. Mampu memberikan prestasi untuk negara Indonesia. Tidak mengkerucut menjadi generasi pemakan mecin (julukan generasi rusak 2017). Dengan membangun jiwa patriotisme cinta tanah air maka pemuda tidak akan pernah lupa akan jasa para pahlawan. Dan mampu menjalankan pembangunan atas nama Pemuda Indonesia.
Dengan menjalankan peran pemuda secara maksimal, maka ini merupakan sebuah apresiasi kita terhadap pahlawan. Yang pertama adalah tidak melupakan sejarah apalagi sejarah perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Dengan mengingat jasa para pahlawan mampu menggerakan kita untuk tidak menyiakan-nyiakan perjuangan para pahlawan. Selanjutnya yang kedua adalah menumbuhkan sikap patriotisme yang mana cinta terhadap tanah air, mampu berkorban demi kepentingan negara serta menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Ketiga, peran inteletual yang mana sebagai pemuda haruslah mampu memberikan ilmu pengetahuan agar memliki dasar yang kuat dalam melakukan sesuatu. Tidak bertindak berdasarkan pengetahuan yang kosong. Penting sekali seorang pemuda memiliki wawasan yang luas agar bermanfaat bagi masyarakat banyak. Yang ke empat tidak kalah pentingnya, mengontrol pemanfaatan alam atau sumber daya alam. Maksudnya adalah sebagai warisan sumber daya alam yang diberikan oleh para pahlawan sehingga kini kita bebas bertani dan bertenak di negeri sendiri maka pemuda menjadi pengontrol pengolahan sumber daya alam agar dapat dinikmati secara berlanjut oleh anak cucu kita nantinya. Apalagi negara kita ini sedang dilanda penebangan hutan illegal, ada pula penangkapan ikan illegal. Tidak ada yang salah bila pemuda menjadi pengontrol dengan memberikan menyadaran sosialisasi terhadap masyarakat melalui organisasi kepemudaan. Bahwa alam ini harus dijaga serta di pergunakan dengan baik demi kepentingan umum.
Jangan sampai pahlawan kita menangis melihat warisannya yang hampir habis. Mereka tidak butuh plakat, piala ataupun penghargaan lainnya yang hanya menjadi simbol apresiasi saja. Para pahlawan kita hanya ingin Indonesia utuh sejarah dan adat budayanya serta sejahtera masyarakatnya. Maju para pemudanya harum nama negaranya. (****).

No Response

Leave a reply "Apresiasi Pemuda Terhadap Warisan Pahlawan"