Apotek Amanah Sokong Peredaran Obat G

  • Whatsapp
TERSANGKA DAN BB – Jajaran Polsek Tempilang menghadirkan para tersangka pengedar obat daftar G berikut barang bukti ribuan butir pil Somadril, Dextro dan Tramadol hasil tangkapan, kemarin. Tidak hanya menangkap tiga pengedarnya, polisi juga menciduk pasangan suami istri pemilik Apotek Amanah yang diduga menyokong peredaran obat berbahaya ini. (Foto: Hendra Irawan)

Pasutri Pemilik Apotek dan 3 Pengedar Ditangkap
Ribuan Butir Somadril, Dextro, Tramadol, Disita

TEMPILANG – Prestasi besar ditoreh jajaran Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Tempilang dalam mengungkap peredaran obat keras daftar ‘G’ jenis pil Somadril, Dextro dan Tramadol di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Bagaimana tidak, polisi berhasil membongkar penyalahgunaan obat keras tersebut yang ternyata disokong apotek.
Ironisnya, pemilik apotek ikut terlibat dan menjual obat keras yang digandrungi para remaja tersebut kepada sejumlah pengedar dalam partai besar. Apotek itu bernama Apotek Amanah yang beralamat di Jalan Batu Nirwana RT 003 RW 001 Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.
Kini, pemilik apotek yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) yakni Zulkifli (44) dan Siti Aminah (38) warga Bukit Intan, Pangkalpinang tengah menjalani pemeriksaan polisi dan sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Tempilang. Selain mereka, diamankan juga pasangan suami istri Periansyah (39) dan Listiani (42) serta Saimah alias Miak (51) selaku pengedar Somadril dan pil jenis lainnya di sekitar Tempilang. Disita pula ribuan butir pil Somadril, Dextro dan Tramadol yang diamankan dari tangan kelima tersangka.
Kapolsek Tempilang Ipda Astrian Tomi seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi, S.IK MH kepada wartawan Kamis (2/3/2017) siang mengungkapkan, penangkapan terhadap dua pasangan suami istri dan satu orang pengedar obat yang meracuni generasi muda ini, setelah polisi menyerap keluhan dari masyarakat tentang peredaran obat tersebut.
“Pengukapan kasus pengedaran obat obatan jenis Somadril, Dextro, dan Tramadol ini bermula adanya informasi dari warga masyarakat bahwa di Tempilang khususnya marak adanya obat obatan untuk tiga jenis ini. Kemudian, kita lakukan penyelidikan dan mengamankan satu orang pengedar bernama Saimah alias Miak (51) tahun warga Tempilang Utara I Desa Tempilang pada Rabu (1/3/2017). Dari tangan tersangka Saimah ini ditemukan pil Somadril sebanyak 240 butir,” ungkapnya.
Menurut Astrian Tomi, berdasarkan keterangan tersangka Saimah alias Miak, barang bukti yang didapati dari tangannya itu diperoleh dari bandar besar bernama Periansyah (39) warga Jalan Panglima Angin, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.
Nyanyian Miak itu, tentu saja langsung disikapi polisi dengan mendatangi kediaman Periansyah. Setelah rumah digeledah, sebanyak 1.211 butir pil Somadril dan uang puluhan juta ditemukan. Tentu saja Periansyah langsung dicokok. Dan ternyata dalam interogasi polisi, Listiani istri Periansyah ikut terlibat dalam pengedaran pil-pil tersebut, sehingga pasutri itu langsung diamankan.
“Setelah kami mengamankan tersangka Saimah alias Miak, kasus ini terus kami kembangkan. Dari hasil pengembangan itu sekira pukul 08.00 WIB pada hari Rabu kemarin, pasutri bernama Periansyah dan Listiani warga Desa Air Lintang ikut kami amankan di kediamannya yakni di Desa Sinar Surya. Dari tangan pasutri ini ditemukan barang bukti sebanyak 1.211 butir pil Somadril, uang 20 juta rupiah dan sepeda motor merk Yamah Mio warna merah putih,” papar kapolsek.
Setelah dibawa ke Polsek dan menjalani pemeriksaan awal, dari situlah polisi mengetahui bahwa ketiga tersangka memperoleh tiga jenis obat berbahaya tersebut dari membeli secara bebas, tanpa resep dokter di Apotek Amanah Semabung Lama.
Tak mau berlama-lama mengembangkan kasus, jajaran Unit Reskrim Polsek Tempilang langsung membawa ketiga tersangka ke Pangkalpinang untuk menunjukkan apotek tempat mereka membeli pil-pil itu. Dan saat dikonfrontir dengan tersangka, pemilik apotek yakni Zulkifli dan Siti Aminah akhirnya tidak dapat berkelit. Apalagi ketika Periansyah dan Listiani mengatakan mereka membeli bebas obat-obat yang membuat kecanduan tersebut langsung dari kedua pemilik apotek.
“Di apotek itu obat obatan tersebut didapat para tersangka. Sehingga selain tiga tersangka, kami juga mengamankan tersangka lain pemilik apotek. Dua tersangka sekaligus pemilik apotek ini merupakan pasutri bernama Zulkifli dan Siti Aminah. Keduanya warga Bukit Intan Kota Pangkalpinang. Dari tangan pasutri ini diamanakan barang bukti 10 butir pil Somadril, 75 butir pil Tramadol dan 277 butir pil Dextro,” terang Astrian Tomi.
Saat ini, lanjut Astrian Tomi, kelima pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tempilang untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Ia menyayangkan tersangka pemilik apotek seakan membebaskan beredarnya obat-obat tipe G yang telah dilarang pemerintah.
“Tersangka dan barang bukti sekarang diamankan di Mapolsek Tempilang. Saat ini juga sedang dilakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap tersangka oleh pihak kita. Para tersangka akan dijerat UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” tandasnya. (wan/1)

Related posts