Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Sepi Pelapor

  • Whatsapp
Kepala Sub Bagian Tata Laksana dan Pelayanan Publik, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Beltim memperlihatkan eks banner yang berisikan imbauan untuk menyampaikan Aspirasi dan Pengaduan melalui www.lapor.go.id. (foto: istimewa)

Sejak 2016 Hingga 2019 Baru 18 Laporan

MANGGAR – Laporan masyarakat terkait pelayanan publik pada Pemkab Belitung Timur pada Sistem (Apilkasi) Pengelolaan Pengaduan Publik Nasional (SP4N) dan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) sepi pelapor.

Baca Juga

Sejak diluncurkan penggunaan aplikasi lapor.go.id dan sms ke 1708 pada Desember 2016 lalu hingga tahun 2019 ini, tercatat baru 18 laporan pengaduan yang ditujukan ke Pemkab Beltim. Bahkan pada tahun 2019 ini saja, hanya 4 laporan pengaduan masyarakat.

Operator SP4N-LAPOR Pemkab Beltim Darul Shiska mengatakan, sepinya pengaduan lantaran banyak masyarakat yang masih ragu untuk menggunakan aplikasi LAPOR. Padahal, menurutnya kerahasiaan pelapor terjamin dan laporan akan langsung ditanggapi.

“Di aplikasi lapor itu, ada fitur anonimus. Artinya, pelapor tidak perlu menyebutkan namanya bahkan dapat disembunyikan. Pengaduan yang dilaporkan pun harus ditanggapi minimal 3 hari sejak adanya laporan,” jelas Darul.

Kepala Sub Bagian Tata Laksana dan Pelayanan Publik, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Beltim itu menekankan jika organisasi perangkat daerah yang diadukan tidak menanggapi, maka sangsi dapat diberikan. Mengingat aplikasi dipantau langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ombudsman RI serta Kantor Staf Presiden.

“Tiga lembaga pusat yang mengelola ini, tiga hari tidak ditanggapi, maka akan merah raport kita. Makanya kita selalu memantau terus respon dari OPD yang dilaporkan,” ungkap Darul.

Selain itu, menurut Darul, masyarakat banyak yang lebih suka mengadukan pelayanan publik melalui grup-grup media sosial karena lebih dianggap mudah. Ke depan aplikasi SP4N-LAPOR akan dilengkapi dengan fitur media sosial, sehingga akan memudahkan pelaporan masyarakat.

“Ke depannya kita akan serahkan ke Bidang Informasi dan Komunkasi Publik Diskominfo untuk membuatkan fitur-fitur tambahan ini. Sekaligus tahun depan merekalah yang akan menangani pelaporan aduan masyarakat,” kata Darul.

Darul pun menghimbau agar masyarakat Kabupaten Beltim terus menggunakan aplikasi LAPOR. Mengingat bukan hanya masalah pelayanan di tingkat Kabupaten Beltim saja yang diurusi namun seluruh pelayanan pemerintah kepada pusat.

“Mau soal kelangkaan BBM, gas elpiji, BPJS dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pelayanan pemerintah bisa diadukan di sini. Kita juga akan terus mensosialisasikan ke masyarakat, biar banyak yang menggunakan aplikasi ini,” ujar Darul.

Mulai dari masalah sampah, ketertiban masyarakat, pencemaran lingkungan hingga maraknya penggunaan rokok elektrik vape di lingkungan perkantoran pemerintah jadi bahan aduan masyarakat. Seluruh pengaduan sudah ditanggapi dan mendapat respon yang baik dari OPD. (yan/kmf/3)

Related posts