APBD-P Babel Disahkan, Fraksi Tetap Beri Catatan

  • Whatsapp
Ketua DPRD Babel didampingi Wakil DPRD bersama Gubernur Erzaldi saat pengesahan APBD Perubahan 2019 pada rapat paripurna, Jumat (23/8/2019).(foto: Roni Bayu)

PANGKALPINANG – DPRD Bangka Belitung (Babel) akhirnya mengesahkan APBD Perubahan 2019 pada paripurna, Jumat (23/8/2019), meskipun tetap diwarnai dengan catatan-catatan dari seluruh pandangan fraksi yang disampaikan.

Diketahui belanja daerah di APBD perubahan naik menjadi Rp3,064 miliar dengan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp302,270 miliar dan pendapatan naik menjadi Rp 2,762 triliun sehingga struktur APBD Perubahan tetap menjadi seimbang.

Seusai paripurna, Gubernur Babel Erzaldi Rosman menjelaskan, seimbangnya PAD ini akan lebih memudahkan Pemprov Babel dalam menyusun anggaran bersama DPRD Babel nantinya. “Akan lebih mudah nantinya, karena ini sudah pola optimal betul, PAD kita meningkat disitu,” terangnya.

Ia berharap, APBD Provinsi Babel pada 2020 mendatang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan dari DAK ada peningkatan, bagi hasil meningkat juga, artinya postur daripada APBD kita untuk tahun 2020 itu lebih baik daripada tahun sebelumnya, dan perbandingan belanja modal dan tidak langsung itu sudah relatif lebih baik ketimbang tahun yang lalu,” harapnya.

Sementara Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya membenarkan bahwa tak ada anggaran yang bertambah maupun berkurang pada perubahan APBD 2019. Selain melakukan kesepakatan dalam membahas anggaran, dewan juga menitik beratkan proses pembangunan dibandingkan keperluan anggaran untuk legislatif.

“Kita alokasikan dari anggaran untuk legislatif sebesar Rp8 miliar untuk membantu kekurangan dana belanja anggaran perubahan untuk keperluan masyarakat,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, seluruh fraksi menyetujui APBD Perubahan 2019 dengan rekomendasi-rekomendasi disampaikan secara tertulis. Tiap fraksi memberikan catatan agar pengelolaan anggaran dilakukan efisien.

Seperti catatan dari Fraksi Amanat Demokrat yang disampaikan Juru Bicara Harpan Effendi. Bahwa setiap anggaran yang disusun harus berdasarkan prinsip efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.

“Bila efisiensi adalah melakukan sesuatu dengan benar, maka efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar. Efektivitas dapat dikaitkan dengan tujuan umum pemerintah, antara lain kesejahteraan (pertumbuhan ekonomi), keadilan sosial, stabilisasi, ataupun tujuan sektoral yang lebih spesifik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari hasil pembahasan dengan OPD dalam rapat anggaran di komisi-komisi terkait, dan dengan mempertimbangkan segala kondisi ekonomi dan politik, maka pihak legislatif dan eksekutif secara bersama-sama memandang perlu untuk merekonstruksi perubahan APBD berjalan namun dengan tetap mengedepankan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat Babel.

“Dari kajian, fraksi kami menerima laporan hasil dari semua proses-proses dan memandang perlu untuk memberikan pandangan dan catatan strategis, untuk ditindaklanjuti salah satunya tentang memaksimalkan penyerapan anggaran sesuai dengan target yang sudah ditetapkan serta penggunaan anggaran yang tepat guna, tepat sasaran, dan penyerapannya tidak sekadar menghabiskan anggaran, namun realisasinya harus memiliki dampak positif bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Terpisah, Fraksi Golkar dalam asumsinya, KUA yang sudah ditetapkan pada belanja induk, seperti jenis proyeksi pendapatan daerah, program dan kegiatan belanja daerah, penerimaan pembiayaan yang ada pada APBD induk tahun 2019 sudah tidak lagi sesuai dengan perencanaan awal, serta terjadi pergeseran anggaran antar organisasi, antar kegiatan dan antar belanja yang dikarenakan kebijakan-kebijakan tertentu namun tidak menyimpang dari aturan perundangan yang berlaku.

Namun, kata Dedi Wijaya, fraksinya berharap berharap agar pendapatan asli daerah dari berbagai sektor terus diupayakan. “Kita harapkan badan keuangan daerah dapat melakukan inovasi dan berkoordinasi dengan instansi OPD lainnya yang memiliki potensi untuk dapat menambah PAD. Kami juga berharap TAPD Babel dapat meningkatkan kinerja dan tercapainya target yang telah ditetapkan,” jelasnya. (ron/10)

Related posts