Aparat Musnahkan Tambang Parit 6 dan Bandara

  • Whatsapp

Stop Aktifitas Penambangan di Lahan Atw
6 Unit PC Disembunyikan di Balik Pohon

PANGKALPINANG – Tim gabungan kembali melakukan penertiban pertambangan timah ilegal di kawasan Parit 6 dan bandara Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (15/7/2019).

Hanya saja operasi kemarin diduga sudah bocor sehingga tidak ada aktifitas penambangan dilokasi, tim mendapati beberapa unit mesin TI dan sakan yang ditutupi daun pelepah kelapa.

Tidak mau kecolongan, pasukan yang dilengkapi palu dan linggis langsung membakar peralatan tambang serta kamp para pekerja tambang.

Usai dari Parit 6, tim gabungan terdiri unsur TNI, Polri, Satpol PP Kota, Subdenpom II/4-2 Bangka dan POM AL menuju penambangan timah menggunakan alat berat dekat samping Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Diketahui, dalam lokasi tambang ilegal yang beraktifitas di atas lahan milik pribadi ini, petugas menemukan 6 alat berat (ekskavator) yang disembunyikan dalam rerimbunan pohon. Disinyalir, alat berat dan lahan tersebut milik pengusaha berinisial Atw.

Belum lama ini penambangan di lokasi milik Atw tersebut pernah ditertibkan aparat kepolisian lantaran aktifitasnya membawa-bawa nama pemerintahan provinsi dalam rangka restorasi lahan eks tambang untuk penanaman sorgum.

“Itu lahan pribadi Atw bukan lahan pemprov, gak ada kaitannya,” ujar salah satu penyidik ditemui di lapangan.

Pantauan harian ini, Kabag OPS Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang terlihat berdialog dengan anggota salah satu ormas, yang mengaku mitra PT Timah untuk melakukan penambangan di lahan milik Atw itu.

“Saya minta tidak melakukan penambangan bila memang belum ada SPK. Kan sedang diurus (belum ada SPK) jadi kami harapkan tidak ada kegiatan penambangan di lokasi ini,” pinta Kompol Jadiman Sihotang.

Jadiman mempertanyakan keberadaan alat berat PC kepada anggota ormas. “Itu untuk menutup kolong-kolong, tapi untuk sementara ini tidak beroperasi,” kata anggota ormas itu.

Terpisah kepada awak media, Kompol Jadiman Sihotang mengancam akan melakukan tindakan tegas kepada pelaku tambang ini bila masih membandel.

“Hari ini, kami memusnahkan peralatan tambang juga ada beberapa mesin yang kami angkat dan amankan, kami tidak bosan-bosannya menghimbau agar untuk berhenti menambang, dan tidak menambang tanpa adanya Surat Perintah Kerja (SPK) dari instansi yang berwenang,” tutup Jadiman Sihotang. (das/6)

Related posts