Anya, Bocah Tenggelam di Matras Ditemukan

  • Whatsapp
Tim penyelamat gabungan mengevakuasi jasad Anya, bocah yang tenggelam di Pantai Matras usai ditemukan, kemarin pagi. Selama 17 jam bocah itu hilang di pantai sejak Kamis (11/7/2019). (Foto: Riski)

Sempat Hilang 17 Jam, Didapati Telungkup
Tim Sar Cari Gunakan 4 Rubber Boat

SUNGAILIAT – Setelah hilang dan tenggelam saat mandi di Pantai Matras, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bocah perempuan Fania alias Anya akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat gabungan, Jumat (12/7/2019). Bocah berusia 11 tahun itu, dinyatakan hilang sejak Kamis sore (11/7/2019) sekitar pukul 16.00 Wib, dan ditemukan sekitar dua meter dari lokasinya tenggelam.

Komandan Tim Basarnas Bangka Belitung, Ridho mengatakan, pihaknya sudah mencari keberadaan korban dibantu Tim Rescue Pangkalpinang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Sat Polair Polres Bangka, EDC Sungailiat, Laskar Sekaban, Pramuka Peduli serta keluarga korban dan warga setempat, sejak bocah itu dilaporkan terseret ombak Pantai Matras.

Tim menurunkan empat rubberboat (perahu karet-red) untuk menyisir sepanjang pantai. Namun, baru Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB, Anya ditemukan.

“Kemarin tim sudah turun sejak korban hilang, tapi pada malam hari kita hentikan sementara dan hanya memantau saja dari bibir pantai karena keterbatasan pencahayaan dan tinggi ombak,” ungkapnya.

Tim kembali melakukan pencarian sekitar pukul 06.00 Wib kemarin, dengan menurunkan empat regu, dimana tiga tim melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnnya korban dan satu tim mencari di bibir pantai.

“Hari ini (kemarin-red) kita turunkan empat tim dari jam enam pagi. Korban baru ditemukan sekitar jam setengah 10 dengan posisi terlungkup dan keadaan meninggal,” terang Ridho.

Setelah ditemukan, korban kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin Sungailiat untuk dilakukan visum luar, sebelum diserahkan ke rumah duka di lingkungan Sudimampir Sungailiat.

Sebelumnya, Anya bersama kakaknya Farel alias Arel dan pamannya Anggi, terseret gelombang saat mandi di Pantai Matras. Namun Arel serta Anggi masih bisa terselamatkan oleh warga dan mulai berangsur membaik usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat. Sedangkan Anya yang hilang membuat duka bagi orang tuanya, Hendra.

Kejadian bermula, saat Anya dan kakaknya Farel (14) yang sedang liburan ke rumah neneknya di Kota Pangkalpinang, pergi diajak jalan-jalan ke Pantai Matras bersama keluarga tantenya, Risma dan Anggi.

Tidak lama sampai tujuan, kakak beradik ini langsung mandi di pinggir talud Pantai Matras. Namun tiba-tiba pengunjung berteriak melihat mereka terseret ombak.

Farel berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RS Medika Sungailiat oleh pengunjung lainnya. Namun malang bagi Anya, dia tidak dapat diselamatkan.

Paman korban, Pian mengatakan, mereka berempat berenang di pinggir pantai dekat talud, namun Anya tiba-tiba terseret ombak. Arel yang melihat adiknya, berusaha memegang tangan Anya namun ikut terseret. Termasuk Anggi yang ikut menolong, nyaris tenggelam. Warga yang menyaksikan kejadian tragis itu, mencoba membantu namun hanya berhasil menyelamatkan Anggi dan Arel.

“Mereka berempat mandi pantai bersama. Awalnya Anya yang lemas kemudian dipegang abangnya (Arel-red) tapi ia juga lemas, terus omnya (Anggi-red) ikut memegang Arel tapi tidak sanggup dan lemas. Kemudian ada warga yang turun berenang menariknya. Namun tangan Anya terlepas dari pegangan Arel,” ungkap Pian.

Pian mengatakan sebelum berangkat ke Pantai Matras, Anya sempat memberitahu ayahnya melalui pesan Whatsapp.

“Ia (Anya-red) sempat WA ayahnya kalau mau ke pantai tapi belum ngasih tau pantai apa. Jam tujuh (malam) WA nya baru masuk kalau mereka pergi ke Matras. Kalau ayahnya tau ke sini, ia juga tidak akan ngizinin,” ceritanya. (mla/1)

Related posts