Antara Sehat Versus Sehati

  • Whatsapp
Salah satunya adalah adanya kerumunan pada saat acara bersama atau perayaan lain yang secara tidak langsung mengundang kerumunan masyarakat yang berkumpul. Dalam hal tersebut tersirat beberapa makna yang cukup ironis, diantaranya yaitu dari sisi kesehatan, berkaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Namun di sisi lainnya juga berkaitan dengan pola hubungan sosial (silaturahmi) yang secara tidak langsung terbentuk pada saat di undang dalam acara perayaan si tuan rumah. Hal tersebut saling bergesekan yang berujung pada hukum, yaitu disebabkan pelanggaran protokol kesehatan. Hal ini menjadi dilematis antara “sehat versus sehati” dalam hubungan interaksi sosial yang ada. Batas pengertian “sehat versus sehati” ini ialah, bahwa dalam situasi dan kondisi wabah Covid-19, berbagai aturan dan imbauan telah dilakukan oleh pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam pencegahan dan penanggulangan wabah corona agar tidak menyebar luas di tengah masyarakat, dengan mengeluarkan protokol kesehatan (Prokes) yang merujuk pada pola pencegahan diri masing-masing terkait penyebaran corona virus tersebut. Salah satu pencegahan yang paling massif adalah dengan sosialisasi dan penindakan terkait dengan kerumunan massa. Hal ini secara prinsip merupakan bagian dari pencegahan penyebaran virus melalui kerumunan yang berpotensi besar mempercepat penularan Covid-19. Menurut hemat penulis, hal tersebut merupakan bagian dari tindakan negara melalui pemerintahan pusat maupun derivasinya sampai ke jajaran setingkat RW maupun RT yang ada. Bila mencari konsep diksi Sehati, akan banyak makna yang muncul baik dalam kamus ataupun secara terminology. Akan tetapi dalam hal ini, sehati yang ingin ditampilkan adalah dalam perspektif simpul-simpul masyarakat yang secara tidak langsung menjelaskan berkaitan dengan pertautan atau pertalian hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat. Konsep sehati ini bersifat abstrak, namun daya trigger-nya cukup terasa, khususnya pada masyarakat yang masih memegang erat guyub rukun masyarakat atau sering disebut sebagai Gemeinschaft (bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat alami dan kekal). Hubungan antara sehat dengan sehati dimananya? Secara prinsip sangat bertautan sekali, dimana sebuah kerumunan dalam acara bersama atau perayaan merupakan tempat atau ajang hubungan silaturahmi kembali dibangun, kembali menjulang asa dan rasa keterikatan antar personal. Hubungan sehati ini dalam kondisi sekarang secara tidak langsung dibatasi sebagai langkah pencegahan masa pandemi. Sehingga kepada masyarakatpun juga harus disadari dan dipahami terkait dengan konsep kesehatan yang ada untuk melindungi kita dan keluarga. Oleh karenanya, hubungan antar satu orang dengan orang lain secara hati nurani menjadikan sebuah tanggungjawab bersama, sehingga timbul perasaan empati agar saling mendukung dan saling menjaga diri bersama. Dengan saling menjaga diri dalam lingkungan, akan membantu para tenaga medis, pihak keamanan, pemerintah bahkan negara untuk bisa bertindak pencegahan dalam situasi yang pandemi seperti sekarang ini.

Related posts