Angkutan Udara Dorong Inflasi Desember 2016

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Desember 2016 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi sebesar 1,57% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, Bangka Belitung mengalami inflasi tahunan dan kalender sebesar 6,75% (yoy/ytd).

“Inflasi bulan Desember 2016 utamanya dipicu oleh kenaikan harga dari komponen administered price khususnya tarif angkutan udara,” demikian ungkap Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edhi Rahmanto Hidayat dalam rilisnya kepada Rakyat Pos, Kamis (5/1/2017).

Kedua kota sampel inflasi di Provinsi Bangka Belitung mengalami inflasi. Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,95% (mtm), lebih tinggi dari bulan November 2016 yang mengalami inflasi 0,56% (yoy). Secara tahunan dan kalender Kota Pangkalpinang mengalami inflasi 7,78% (yoy/ytd) atau lebih tinggi dari bulan Desember 2015 yang tercatat sebesar 4,66% (yoy/ytd).

Sedangkan Kota Tanjungpandan mengalami inflasi 0,90% (mtm), sedikit meningkat dari bulan November 2016 yang mengalami inflasi 0,70% (mtm). Secara tahunan, inflasi Kota Tanjungpandan sebesar 4,92% (yoy/ytd), lebih tinggi jika dibandingkan bulan Desember 2015 yang tercatat inflasi sebesar 0,88% (yoy/ytd).

Dikatakan Edhi, kelompok administered price menjadi penyumbang utama tekanan inflasi di Bangka Belitung yaitu sebesar 5,08% (mtm) atau 7,09% (yoy), seiring dengan meningkatnya permintaan saat hari raya Natal dan Tahun Baru 2017.

“Jika dibandingkan dengan bulan Desember tahun 2015, inflasi administered price mengalami peningkatan yang signifikan dimana pada periode tersebut kelompok administered price hanya mengalami inflasi 1,76% (yoy),”katanya.

Sedangkan untuk, inflasi kelompok volatile food (VF) mengalami inflasi 2,33% (mtm), sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi 2,17%(mtm). Secara tahunan volatile food tercatat inflasi 11,47% (yoy). Komoditas penyumbang inflasi volatile food adalah daging ayam ras, dencis, cumi – cumi, ikan kembung, ikan tongkol dan cabai merah.

Sementara itu, kelompok inti mengalami inflasi 0,10% (mtm), sedikit meningkat dari bulan sebelumya yang tercatat inflasi 0,06% (mtm). Secara tahunan inflasi inti sebesar 4,00% (yoy), lebih rendah dari bulan Desember 2016 sebesar 6,37% (yoy).

Pada bulan Januari 2017, diperkirakan tekanan inflasi masih perlu mendapat perhatian dikarenakan adanya hari besar Imlek dan libur sekolah di bulan Januari 2017 yang mendorong konsumsi dan kenaikan harga tiket. Selain itu, risiko musiman seperti risiko gagal panen di sentra produksi dan minimnya tangkapan ikan nelayan akibat curah hujan dan gelombang laut yang tinggi juga memberikan tekanan pada inflasi Januari 2017.

“Awal tahun merupakan momentum yang baik untuk menyusun strategi dan rencana pengendalian inflasi untuk tahun 2017. Evaluasi program dan penguatan koordinasi antar lembaga harus dilakukan untuk mengawal inflasi di tahun 2017 agar dapat sesuai target yang telah ditetapkan. Implementasi Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah yang sudah disusun dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program kerja di tahun 2017 agar upaya pengedalian inflasi di Bangka Belitung dapat berjalan dengan baik,” tambah Edhi. (rls/10)

Related posts