Anggota Dewan Ini Sesalkan Kasus Trafficking di Bangka Barat

 

Deddi Wijaya

PANGKALPINANG – Tingkah laku anak-anak jaman sekarang sangat berbanding terbalik dengan era 80-90an. Kemajuan teknologi, menjadi salah satu hal yang membuat perubahan itu terjadi.

Untuk itu, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dapil Kabupaten Bangka Barat Deddi Wijaya (DW), menilai perlu adanya peran bersama untuk meningkatkan pengawasan dan memperhatikan tingkah laku anak. Seperti halnya perdagangan orang yang terjadi di Bangka Barat yang dia sesalkan terjadi.

“Berkaca dari ini saya mengimbau untuk seluruh orangtua termasuk saya sendiri, agar bisa meningkatkan pengawasan dan memperhatikan tingkah laku anak-anak kita agar tidak salah jalan. Kita semua berperan untuk masa depan anak,” kata Deddi, kepada rakyatpos.com, Selasa sore.

Ditambahkannya, saat membahas sebab akibat maka ini saling berkaitan, timbulnya perdagangan orang yang terjadi dalam hal persetubuhan dan pembayaran tentu berdasarkan kesepakatan atau persetujuan tiga pihak yaitu pelaku atau pedagang, korban atau barang dagang dan pembeli atau penikmat barang.

“Tetapi kasus seperti ini yang diuntungkan adalah peran barang dagang tersebut yang dianggap sebagai korban (sesuai undang-undang), sehingga tidak dapat di pidana padahal menikmati pembayaran juga,” imbuhnya.

Pelaku dan korban trafficking, keduanya masih dibawah umur. Ini yang sangat memprihatinkan. Berkaca dari kasus tersebut, pengawasan di sekolah harus diperketat lagi dan peran orangtua lebih dominan untuk memperhatikan anaknya diluar pendidikan sekolah.

Sekedar informasi, seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, AD (16) ditangkap jajaran Reskrim dan Intelkam Polsek Muntok, Jumat petang (13/10/2017), di kos-kosan atau penginapan Sin-sin di Kampung Pal 2 Desa Air Belo, Kecamatan Muntok, Bangka Barat.

Pelajar kelas XI ini ditangkap lantaran kepergok memperdagangkan siswi yang bersekolah di Sekolah Pendidikan Keperawatan (SPK) di Pulau Bangka, AN (16) di penginapan itu, dengan keuntungan Rp600 ribu. AN selaku korban hanya diberikan Rp200 ribu saja oleh pelaku untuk memuaskan nafsu bejat lelaki hidung belang. (ron)

No Response

Leave a reply "Anggota Dewan Ini Sesalkan Kasus Trafficking di Bangka Barat"