Ancaman Pidana Penyebar Hoax Tentang COVID-19

  • Whatsapp

Oleh: Ade Novit, S.H – Wakil Ketua DPC Permahi Babel / Alumni Mahasiswa FH UBB

Kehadiran media sosial membawa banyak pengaruh dalam kehidupan kita saat ini. Salah satu produk media sosial adalah penyebaran berita hoax. Saat ini, penyebaran informasi hoax sudah semakin parah. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan serta ancaman bagi para pelaku pembuat informasi hoax, tidak terlalu memberikan rasa takut bagi pelaku. Pada dasarnya hoax sengaja diciptakan untuk menipu banyak orang dengan cara merekayasa sebuah berita agar terkesan seperti sebuah kenyataan.

Hoaks menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagaimana diakses melalui laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berarti berita bohong. Istilah atau Frasa kata hoax/hoaks tidak dikenal dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, melainkan cuma menyebutkan frasa berita bohong.

Semenjak World Health Organization (WHO) telah menyatakan COVID-19  sebagai Global Pandemic tanggal 11 Maret 2020. Dan telah terjadi keadaan darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Corona di Indonesia, diawali dengan temuan penderita positif Covid-19 pada 2 Maret 2020. Sampai tanggal 30 Maret 2020, telah dikonfirmasi 1.414 kasus positif Covid-19. Kasus dinyatakan tersebar di 31 Provinsi.

Baca Lainnya

Terusnya meningkat jumlah kasus positif. Maka hampir tiap hari pemberitaan menyampaikan informasi mengenai Covid-19 ini. Maka banyak informasi yang masuk di tengah masyarakat, sehingga menimbulkan banyak juga beredar berita hoax melalui berbagai sumber informasi, terutama media sosial baik Facebook, Twiter, Instagram hingga Broadcast Whattshap Group.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merilis total konten hoaks dan disinformasi mengenai Covid-19 sebanyak 232 per tanggal 16 Maret 2020. Hasil penelusuran penulis, jenis berita hoax yang sering terjadi, yaitu menyebarkan informasi bohong ke media sosial terkait pasien covid-19 di wilayah tertentu,  menyebarkan informasi kebohongan terkait nama orang tertentu terkena Covid 19 dan  Imbauan palsu mengenai covid-19. Dengan banyaknya informasi tak benar atau berita hoax yang mulai bertebaran lewat media sosial. Penulis berusaha mengingatkan perbuatan hoax yang disebar melalui dunia maya terdapat ancamannya benar-benar nyata dalam UU yang berlaku.

Related posts