by

Amsori: Kita Lihat Nanti Siapa yang Terbukti

-Berita Kota-394 views

Kasus Dugaan KTP Ganda Komisioner KPU Basel

PANGKALPINANG- Kasus dugaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda yang melibatkan salah seorang Komisioner KPU Bangka Selatan (Basel) atasnama Hery terus bergulir. Hery diadukan karena diduga memiliki KTP ganda yang digunakan sebagai persyaratan seleksi KPU Kabupaten Bangka Selatan dan Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah.

Hery kepada wartawan, Sabtu lalu, menilai tuduhan tersebut tidak mendasar. Menurut dia, hal ini sudah dibuktikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Babel pada (27/9/18) yang dipimpin Ketua Komisi I Adet Mastur, Sekretaris Mansah, dan 3 orang anggota Komisi I DPRD Babel sebagaimana tercantum didaftar hadir.

“Sudahlah tidak usah beropini lagi, tunggu saja hasil putusan DKPP. Hasil RDP Komisi I DPRD Babel yang dihadiri dan ditandatangani pihak-pihak terkait juga sudah jelas kok rekomendasinya yang tertulis dalam notulensi rapat. Jadi apalagi yang perlu diributkan, biarkan kami bekerja secara profesional untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu di Bangka Selatan,” kata Hery.

Terpisah, Ketua Masyarakat Peduli Transparansi dan Demokrasi (MPTD) Bangka Belitung, Amsori sebagai pihak pengadu saat menyambangi Kantor Harian Rakyat Pos, Selasa sore (21/1/2019) menanggapi pernyataan Hery tersebut. Dalam proses persidangan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu oleh DKPP menegaskan proses persidangan oleh DKPP telah selesai dan mekanisme hukum telah dilalui.

Dalam proses tersebut Hery, katanya, mengakui ikut tes kesehatan Biddokkes Polda Babel pada tanggal 30 Juli 2018 dengan menggunakan KTP Bangka Tengah, padahal tanggal 26 Juli 2018 Hery telah memiliki KTP Bangka Selatan.

“Teradu menggunakan KTP Bangka Tengah sebagai persyaratan wajib dari awal tes hingga akhir tes sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 pasal 21 pont g. Sedangkan pada tanggal 26 Juli 2018 dia resmi menjadi warga Bangka Selatan dibuktikan dengan KTP yang ada,” kata Amsori.

Menurut dia, dalam proses hukum dan persidangan pada tanggal 18 Januari 2019 tersebut sudah membuktikan bahwa saudara Hery mengakui mengikuti tes kesehatan di Biddokes Polda Bangka Belitung sebagai calon anggota Bawaslu Bangka Tengah.

“Apa yang kami suarakan bukan hanya sekedar opini tak berdasar, melainkan dengan data dan fakta di lapangan. Kalau hanya sekedar opini tak berdasar tentunya hal ini tidak mungkin diproses atau disidangkan oleh DKPP RI,” imbuhnya.

Amsori menambahkan, jika yang dilaporkan tersebut adalah pembohongan publik dia mempersilahkan dilaporkan ke Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Kita lihat nanti siapa yang terbukti kena delik hukum sanksi pidananya,”tandasnya.

Terkait kasus tersebut, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) telah memeriksa Hery, Jumat (18/1/2019). Pemeriksaan berlangsung melalui video conference bertempat di Mabes Polri dengan Polda Bangka Belitung. Sidang dipimpin oleh Anggota DKPP Fritz Edward Siregar.

Dilansir dari website DKPP RI yaitu dkpp.go.id, saat pemeriksaan Hery menjelaskan bahwa saat mendaftar sebagai anggota KPU Kab. Bangka Selatan, ia benar ber-KTP Kabupaten Bangka Selatan. Tanggal 18 juni 2018 keluarlah pengumuman dari KPU RI bahwa ia berada pada peringkat ke 5 (lima) dari 6 (enam) calon penyelenggara.

Selanjutnya, pada 21 Juni 2018 ia mengurus pindah jiwa ke Kabupaten Bangka Tengah karena menuruti keinginan mertua. Ketika ber-KTP Kabupaten Bangka Tengah , ia mengaku mengikuti seleksi Bawaslu  namun tidak lolos. Kemudian, pada tanggal 25 Juli 2018 ia menjelaskan bahwa telah mengurus kembali pindah jiwa ke Kabupaten Bangka Selatan. Selanjutnya, Pada tanggal 26 Juli 2018 Disdukcapil Kabupaten Bangka Selatan mengeluarkan KTP elektronik atas nama Hery.

“Pada tanggal 13 september 2018 saya mendapat telepon dari sekretariat KPU Prov. Kep. Bangka Belitung untuk klarifikasi terkait persyaratan saya untuk mengikuti fit and proper test. Selanjutnya, pada tanggal 14 september 2019 saya mengikuti fit and proper test di Hotel Puncak Pangkalpinang,” jelasnya.

“Pada tanggal 22 September 2018 saya diundang oleh KPU RI untuk peresmian Anggota KPU Kabupaten Bangka Selatan dengan SK Nomor : 1162/PP.06-Kpt/05/KPU/IX/2018,” imbuhnya.(**)

Comment

BERITA TERBARU