Ambil Aset Rumdin Gub, Pidana!

  • Whatsapp
Plafon Rembes- Karo Umum dan Perlengkapan Setda Babel, Ellyana menunjuk rembesan air di plafon rumah dinas Gubernur Babel, Senin (8/5/2017). Biro umum dan perlengkapan langsung melakukan pengecekan pasca ditinggal mantan gubernur, Rustam Effendi. (foto:Nurul Kurniasih)

Komisi I Panggil Biro Umum
Ellyana Bantah Hilang
LSM Desak Kajati Turunkan Tim

PANGKALPINANG – Aset benda berharga berupa barang-barang inventaris untuk menunjang fasilitas alat perlengkapan di rumah dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada masa Rustam Effendi yang diduga hilang, kian hangat beredar di lingkungan Pemerintah Provinsi bangka Belitung (Pemprov Babel).
Pasalnya, jika aset yang hilang tersebut tanpa adanya pemberitahuan, Biro Umum dipersilahkan melapor ke pihak kepolisian. Sedangkan jika adanya peminjaman, tentunya ada berita acara peminjaman. Demikian ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Babel, Adet Mastur kepada sejumlah wartawan, Selasa (4/7/2017).
“Sampai saat ini aset Pemprov harus ada proses. Baik itu proses lelang maupun hibah. Kita belum ada menerima pengajuan dari Pemprov mengenai peralihan aset. Penghapusan aset bentuknya tanah ataupun bangunan walaupun satu meter, harus mendapat persetujuan dari DPRD, begitu juga dengan aset bergerak. Kalau masalah hilang, kami akan memanggil instansi terkait dalam hal ini Biro Umum. Kami akan mempertanyakan apakah itu hilang dicuri orang, ataupun dipinjamkan. Ini yang belum jelas,” tukas Adet.
Pekan depan lanjut Adet, pihaknya akan menanyakan perihal tersebut kepada Biro Umum. Jika aset tersebut hilang kata Sekretaris DPD PDIP Babel itu ia menyarankan Biro Umum melaporkan kepada pihak yang berwajib.
“Kalaupun dipinjamkan, harus ada berita acara dipinjamkan. Kalau diambil tanpa proses, itu pidana pencurian. Kan ada Satpol PP di sana,” tukasnya.
Sementara salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya ketika dikonfirmasi Rakyat Pos, telah mengetahui kejadian tersebut dua hari menjelang masa berakhir Gubernur dan Wakil Gubernur Babel pada 7 Mei 2017 lalu.
Dikatakan lagi jikapun aset tersebut berada di gudang seperti yang disampaikan Kepala Biro Umum barang-barang itu merupakan barang baru bukan yang lama.
“Iya, dua hari sebelum masa berakhir, ada 11 mobil dump truk di rumah dinas. Kalau itu barang pribadi, kayaknya tidak mungkin,” kata dia.
Ia juga menambahkan, aset yang hilang tersebut, mustahil tidak diketahui oleh Kepala Biro Umum. Kendati barang itu menjadi tanggungjawab bagian perlengkapan tentunya hal tersebut telah dilaporkan. “Pasti Kepala Biro Umum tahu,” pungkasnya.
Sedangkan, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Pemprov Babel, Ellyana berdalih tidak ada aset di rumah dinas gubernur yang hilang. Versinya hanya ada beberapa barang yang dimungkinkan ikut terbawa ketika penghuni rumah berkemas. Tetapi lanjutnya, dalam waktu dua pekan peralatan di rumah dinas akan kembali terisi.
Hal ini dijelaskan Elly-sapaan akrab Ellyana ketika ditanya wartawan, Selasa (4/7/2017) perihal aset rumah dinas yang terlihat kosong. Menurutnya beberapa peralatan ada yang disimpan di gudang, diservice dan ditempatkan di griya yang ada di kompleks rumah dinas tersebut.
“Sebenarnya masalah barang di rumah dinas Gubernur dan Wagub posisi sama, nah barang-barang itu sudah diperiksa Irjen. Kalau keinginan sebagian untuk buat tim, akan turun tim dari Kemendagri lihat rumah, kondisinya bukan semuanya kosong, sebagian kami singkirkan ke gudang, sebagian diperbaiki, sebagian kecil barang pribadi dan itu dibawa. Mungkin diantara barang pribadi itu ada beberapa barang yang terbawa ketika packing,” jelasnya.
Menurut Mantan Karo Pemerintahan ini, ada kelalaian ketika proses packing, karena dari Biro Umum tidak melakukan pendampingan secara khusus. Dan yang mengawasi hanya beberapa pegawai bagian rumah tangga, sehingga terbawanya beberapa barang milik Pemprov tidak diketahui. Mengingat pegawai yang mengetahui detail barang adalah pada bagian perlengkapan.
“Kami sudah konfirmasi ke Pak Rustam maupun Pak Hidayat, mudah-mudahan dalam waktu dekat barangnya kembali. Pak Rustam juga bilang kalau ada barang yang terbawa bersedia dikembalikan, dua minggu kedepan kita selesaikan,” terang Elly.
Diantara peralatan yang terbawa, menurut Elly adalah perlengkapan kecil-kecil, seperti kristal, hiasan meja dan beberapa perlengkapan lain yang tidak banyak.
“Rumah dinas itu 70 persen aset kita (Pemprov), 30 persen aset pribadi. Untuk aset daerah itu ada yang kami service, seperti kursi dan lainnya dan sebagian sudah selesai kita tempatkan di griya,” tambahnya.
Raibnya aset barang dan perlengkapan rumdin gubernur ini sebelumnya diungkap oleh 2 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni LSM Anti Korupsi Peduli Pejabat Daerah (AKPPD) dan Forwanas Bangka Belitung.
Ketua LSM AKPPD Babel, Zainuddin Pay menyebutkan hasil investigasi pihaknya ada sejumlah barang berharga milik inventaris yang hilang.
“Kalau disimpan di gudang, kita mempertanyakan Karo Umum, gudang yang mana? Jika boleh kita juga mau mengecek, betul tidak barang yang sama. Jangan mengelabui,” tandasnya.
Dari nilai barang yang telah raib pihaknya menduga telah terjadi kerugian negara sekitar Rp3 miliar. Untuk itu, penegak hukum harus menurunkan tim guna mengusut dan menindak siapapun pelakunya. (ron/nov/6)

Related posts