Alumni IPDN Terjun Kelola Sampah

  • Whatsapp
Gito, Alumni IPDN dan saat ini menjadi PNS di Kabupaten Bangka Selatan, mampu membeli 2 ekor kambing kurban hasil dari memilah sampah di Bangka Selatan.(foto: dedy).

TOBOALI – Menjadi lulusan IPDN bukan berarti alergi mengelola sampah. Gitto, alumni IPDN tahun 2014 ini bahkan telah terjun secara profesional dalam mengelola sampah. Pada 13- 16 Juni lalu, Gitto yang berdinas di Dinas Lingkungan Hidup Basel ini, kembali mewakili Bangka Belitung untuk mengikuti leader academy se Asia dan Oceania di Bali bersama 57 negara di Asia.

“Alhamdulillah saya masih dipercayakan tahun 2019 untuk memimpin masyarakat Bangka Belitung dalam aksi bersih sampah sedunia. Tahun 2018 lalu, mengikuti ajang satu Indonesia dan hanya pemenang tingkat provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya kepada wartawan Rabu (14/8/2019).

Gitto menuturkan, tahun 2017 lalu, ia menjadi pemenang kategori sosial dalam ajang Diplomat Succes Challenge oleh PT Wismilak 2017 Semifinalis Sociopreneur Muda Indonesia di Jogjakarta.

Ia menyebutkan, mulai bergerak dalam persampahan semata – mata bukan sebuah bisnis, tetapi sebuah gerakan atau aksi sosial yang fokus ke arah lingkungan.

“Latar belakang seorang PNS alumni STPDN tidak harus ke arah pemerintahan, melainkan bagaiamana memberikan dampak bagi masyarakat serta mengayomi masyarakat walau dari sebuah gerakan kecil memungut sampah,” imbuhnya.

Gitto menceritakan, memulai tahun 2015, akhir Desember dan tahun 2017, dipercayakan untuk mengelola tempat pengelolaan sampah 3R kelurahan Teladan dari bantuan APBN 2017 yang diberi nama KSM TERASI (Teladan Rapi dan Bersih).

“Saya mengumpulkan plastik selama 15 bulan untuk membeli dua ekor kambing, itu di dapat dari hasil memilah sampah di tong – tong sampah yang ada di kelurahan Teladan. Nasabah KSM Terasi kadang harus mengganggu waktu kerja dan kadang menggangu waktu istirahat seperti setelah subuh dan sebelum magrib. Pernah mengangkut sampah malam hari waktu bulan puasa setelah tarawih,” cerita Gitto.

Menurutnya, pembelian kambing ini semata – mata untuk menunjukkan bahwa sampah itu sangat bernilai, dan jika kita bersungguh – sungguh untuk mencapainya. “Dalam memaknai kata – kata abdi negara dan abdi masyarakat sesungguhnya seorang PNS adalan pelayan masyarakat. Hanya dengan ini cara saya mengenal arti dari abdi negara dan abdi masyarakat, dengan lebih mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi, seperti karir dan tempat kerja yang masih dianggap tidak sesuai dengan sarjana yang saya dapatkan,” tuturnya. (raw/3)

Related posts