Aliran Air Sering Mati, Warga Keluhkan Pelayanan PDAM Pangkalpinang

  • Whatsapp
Zuniar Nangtjik

Nangtjik: Biasanya karena Pengurasan

PANGKALPINANG – Warga Perumahan Tanjung Bunga Cluster Seruni, Kota Pangkalpinang mengeluhkan pelayanan air yang dialirkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pangkalpinang yang kerap mati.

Dalam sepekan, dua hingga tiga kali air tidak jalan, akibatnya, warga mengalami hambatan untuk kegiatan mencuci, mandi dan sebagainya.

“Setiap minggunya selalu ada air yang tidak lancar, kadang matinya hari Sabtu Minggu, ini hari Selasa sudah nggak jalan lagi dari siang tadi sampai malam,” keluh Sandra, Selasa (7/7/2020).

Baca Lainnya

Lantaran air yang tidak mengalir tersebut, ia terpaksa pergi ke rumah anaknya, untuk sekedar mandi atau mencuci.

“Kami setiap bulan bayar, bahkan bulan kemarin bayar sampai Rp250.000, tapi pelayanannya seperti ini, nggak memuaskan,” celotehnya kesal.
Ia berharap, pihak PDAM bisa konsisten memberikan pelayanan, seiring dengan biaya yang sudah dibayar oleh pelanggan.

Sandra menyebutkan, tidak semua warga di perumahan memiliki tangki air untuk menyimpan air, ada yang tidak punya, bagi yang punya memang tidak mengalami kendala, tetapi warga yang tidak punya dan hanya mengharap air yang mengalir, sangat kesulitan.
“Di rumah kami memang ada drum, tapi penghuni di rumah juga banyak, kalau semuanya menggunakan air, kan akhirnya habis juga, belum aktivitas mencuci, memasak dan sebagainya, apalagi saya banyak menggunakan air karena berjualan,” tuturnya.
Senada dikeluhkan Nurul. Menurut dia, pekan ini saja sudah dua kali air tidak jalan, tak jarang air yang keluar pun keruh.

“Kalau sering mati kan repot juga, setiap pekan selalu saja mati, ditambah kadang airnya keruh,” ujarnya.
Nurul berharap, jika memang ada pemadaman aliran air, pihak PDAM bisa menginformasikan kepada pelanggan, agar pelanggan bisa melakukan persiapan, misalnya dengan menampung air.

Sementara, Direktur PDAM Kota Pangkalpinang, Nangtjik ketika dikonfirmasi menyebutkan pemadaman air terhadap dilakukan dikarenakan pihaknya melakukan pengisian bak penampungan atau karena adanya pengurasan atau perbaikan.
“Kalau jam segini biasanya memang kami mengisi bak penampungan, jadi airnya nggak jalan, kalau sudah penuh, nanti keluar lagi, dan nggak akan mati lagi, paling 1,5 jam sudah penuh kok,” katanya saat dihubungi Rakyatpos, Selasa (7/7/2020) malam.

Ia mengatakan, setiap beberapa hari sekali memang melajukan pengisian air di bak penampungan yang disebutnya tak jauh dari Perumahan Tanjung Bunga Cluster Seruni.

Disinggung air yang padam hampir dua kali dalam sepekan, Nangjtik mengakui terkadang dilakukan pengurasan air dan juga perbaikan.

“Memang biasanya airnya sedang ngisi (bak penampungan) nanti jalan lagi kok, informasikan saja jika ada kendala atau masalah, kami siap membantu,” sebutnya.(nov/6)

Related posts