Aliong Pembunuh Ibu dan Anak Jalani Tes Kejiwaan di RSJ Sungailiat

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Aliong (39) alias Kongliong warga jalan Patimura Kampung Seru, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat yang menyandang status sebagai pelaku pembunuhan sadis korban Ibu dan anak kini harus menjalani serangkaian tes kejiwaan di Rumah Sakij Jiwa Provinsi Bangka Belitung di Sungailiat.

” Setelah tertangkap. Aliong akan menjalani tes kejiwaan di RSJ selama 3 harian. Nanti hasil test akan kita ketahui setelah dikeluarkan pihak RSJ,” kata Kasat reskrim Polres Bangka, AKP. Andi Purwanto, SH, SIK kepada wartawan, (12/1/2017) siang.

Dilansir, Awal tahun 2017, Kabupaten Bangka digemparkan dengan pengungkapan kasus pembunuhan sadis terhadap ibu dan anaknya. Kejadian yang menimpa korban Imelda alias Ida (32) dan putri keduanya Aura Trigustami (7), membuat prihatin khalayak ramai. Apalagi korban dibunuh oleh kerabatnya sendiri dan mayatnya sempat disembunyikan ke semak belukar belakang rumah pelaku sebelum akhirnya dimasukkan ke karung dengan pemberat batu lalu ditenggelamkan ke aliran camui tambang timah berlumpur.

Kasus pembunuhan terungkap kemarin siang setelah Polres Bangka dan Polsek Sungailiat melakukan serangkaian penyelidikan.

Kejadian menewaskan Imelda alias Ida dan putri keduanya Aura Trigustami ini, sebelumnya dilaporkan oleh Trianto alias Akong (37) sebagai kasus penculikan karena adanya permintaan uang tebusan oleh pelaku.

Kabag Ops Polres Bangka Kompol S. Sophian mengatakan, sebelumnya Polres Bangka mendapat informasi dari orang terdekat suami korban soal penculikan. Informasi itu sampai ke keluarga korban pada hari Minggu yang kemudian disampaikan ke Polres Bangka tentang permintaan uang tebusan untuk membebaskan korban.

Saat dijalin komunikasi, sempat disebutkan nilai uang tebusan yang dimintakan sebesar Rp 100 juta. Polisi kemudian bersama keluarga korban terus menjalin komunikasi untuk menguak identitas pelaku dan melacak keberadaannya. Negosiasi uang tebusan pun terjadi tawar menawar yang alot.

“Dalam komunikasi minta tembusan sempat pelaku minta jangan menghubungi polisi, makanya yang ke kita orang lain. Setelah kita lakukan penyelidikan kemudian kemudian terlacak identitas pelaku dan berhasil kita ringkus hari ini,” kata Kabag Ops di sela-sela penanganan kasus ini kemarin.
Menurutnya, sempat keluar angka negosiasi pada Rp 80 juta lalu dijanjikan pertemuan pada Selasa pagi kemarin sekitar pukul 05.00 menentukan tempat penyerahan uang.

Pelaku juga menginformasikan kalau Ida telah ia habiskan dahulu hanya tinggal anak Ida yang masih hidup. Kepolisian pun kemudian terus mengendus keberadaan pelaku yang akhirnya tertangkap sekitar pukul 11.00 WIB Selasa siang kemarin. Pelaku yang diketahui bernama Aliong (39) ini alias Kongliong warga jalan Patimura Kampung Seru, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat diringkus ketika sedang berada di jalan Air Merawang tidak jauh dari kediamannya.
Ia kemudian tidak berkutik ketika diinterograsi jajaran Sat Reskrim Polres Bangka dan mengakui perbuatannya. Tragis, sebenarnya pembunuhan telah ia lakukan sejak hari Minggu (1/1/2016) lalu sekitar pukul 13.00 WIB di kediamannya. Mayat ibu dan anak tersebut sempat disembunyikan di semak-semak belakang rumah sekitar pukul 15.00 WIB lalu sekitar pukul 22.00 WIB dibuang ke kolong aliran camui dekat rumahnya.
“Pelaku sempat cekcok dengan korban lalu kemudian membunuh dengan cara mencekiknya,” jelas Kabag Ops.
Sebelumnya, pertemuan antara korban dan pelaku berlangsung di Pantai Rambak Kelurahan Jelitik dengan maksud korban meminjam uang. Setelah bertemu, korban kemudian ikut pelaku ke kediamannya di Desa Rebo dengan mengendaria mobil pelaku. Sedangkan motor korban yang merupakan warga Bedeng Akeh Kelurahan Sinarjaya Jelitung ini sempat ditinggal di Pantai Rambak.
Untuk penanganan kasus ini sementara kepolisian telah berhasil menemukan jasad kedua korban dan melakukan visum. Keluarga korban masih belum memutuskan untuk dilakukan visum saja atau hendak diotopsi. Sampai petang kemarin, jasad kedua korban masih berada di lemari pendingin kamar mayat RSUD Sungailiat.
“Lanjutan kasus ini kita lakukan pemeriksaan intensif ke pelaku. Sementara pelaku masih tunggal dan ada indikasi pembunuhan dilakukan karena kesal dan juga penculikan itu. Istri pelaku juga kita mintai keterangan. Untuk jenazah korban masih menunggu pihak keluarga apakah hendak dikebumikan langsung atau diotopsi,” sebut Kabag Ops. (2nd/7)

Related posts