Al Ghuraba (Mereka yang Terasing)

  • Whatsapp

Oleh: Denny Syaputra

Setelah Rasulullaah SAW meninggal dunia, kehidupan umat Islam tetap diatur dengan hukum syariat Islam yang penerapannya dipimpin oleh ash-shiddiq khalifah Abu Bakar ibn Abu Quhafah hingga era kekhilafahan Utsmaniyah. Tidak ada bangsa dan peradaban manapun yang dapat menindas, menyulitkan dan mengatur paksa umat Islam di negeri-negerinya. Namun, sejak runtuhnya daulah Utsmaniyah yang ditandai dengan berdirinya Republik Turki sekuler, maka sejak itu umat Islam secara sistemik semakin dijauhkan dari aturan Islam oleh bangsa-bangsa dan peradaban yang tidak islami. Penerapan hukum syariat Islam ditengah kehidupan tentu saja menjadi semakin minimalis dan dipersempit hanya untuk sebatas urusan individu. Tentu saja di tengah situasi yang demikian, tuntutan penerapan hukum syariat Islam secara total menjadi sesuatu yang anti-mainstream atau melawan arus. Semakin lama, orang-orang yang berkeinginan dan berupaya untuk dapat merealisasikan penerapan syariat Islam secara total dalam kehidupan menjadi kaum terasing, inilah yang disebut Al Ghuraba.
Al Ghuraba datang setelah metode kehidupan yang dibawa Rasulullaah SAW mulai dirusak oleh kebanyakan manusia. Al Ghuraba adalah orang-orang yang melakukan perbaikan ketika manusia sudah rusak (H.R Ath Thabrani). Al Ghuraba adalah orang-orang shalih diantara kebanyakan manusia yang buruk, dimana orang yang menentang mereka lebih banyak daripada yang menaatinya (H.R Ahmad dan ath Thabrani), mereka adalah sekelompok manusia yang beraneka ragam (dari negeri yang berbeda-beda), berteman di jalan Allaah dan saling mencintai karena Allaah (H.R Al Hakim), tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama-sama, tidak merasa takut ketika manusia lainnya takut, dan tidak merasa sedih ketika manusia yang lainnya sedih, sesungguhnya mereka para kekasih Allaah (H.R Abu Dawud).
Tujuh karakteristik al Ghuraba di atas menarik untuk dikupas lebih dalam dan utuh karena predikat kekasih Allaah telah disematkan kepada mereka yang memiliki tujuh karakteristik tersebut oleh Allaah swt. Kejelian amat dibutuhkan dalam mengupas perkara di atas agar kita memperoleh profil atau model yang tepat untuk mengenali keberadaan Al Ghuraba di tengah tengah kehidupan kita saat ini, dan bagaimana seharusnya kita menyikapinya.
Setidaknya, ada dua cirikhas sederhana yang dapat diringkas dari petunjuk hadist di atas tentang Al Ghuraba di zaman now.
Pertama, Al Ghuraba adalah kelompok yang tidak berorientasi laba (non profit orientedgroup. Hal ini dapat disimpulkan dari penggalan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di atas. Bahkan bagaimanapun sulitnya kondisi ekonomi yang mereka alami, tiada ketakutan dan kesedihan yang mereka rasakan sebab di saat yang sama mereka merupakan sekelompok orang yang saling mencintai karena Allaah, para teman di jalan Allaah akan selalu hadir menghibur dan meringankan beban hidup yang mereka pikul. Al Ghuraba bukanlah sekumpulan shahibul maal atau pemilik modal yang berkongsi untuk menyelenggarakan suatu bisnis/industri/ atau perdagangan. Al Ghuraba bukanlah lembaga keuangan, apalagi lembaga sosial sebab selain tidak berorientasi mencari keuntungan, al Ghuraba juga bukanlah kelompok yang mengelola harta, (mengumpulkan dan membagikan harta). Lembaga sosial, meskipun dapat dikatakan tidak mencari untung namun ia menjalankan pengelolaan harta di dalamnya. Dengan demikian, al Ghuraba bukanlah bank syariah, baytul maal wat tamwil, badan amil zakat apalagi perseroan terbatas.
Kedua, Al Ghuraba adalah kelompok dengan berbagai latar belakang suku/bangsa (multi ethnics/nations group)sebagaimana kutipan penggalan hadist yang diriwayatkan oleh Al Hakim di atas. Bahkan al Ghuraba dapat juga berupa suatu jamaah inter-national yang anggotanya terdiri dari beberapa warga negara berbeda atau jamaah tersebut ada di beberapa negara di dunia, sehingga dibawah satu nama jamaah yang sama dapat terdiri dari banyak anggota yang tersebar di banyak negara di dunia. Sesuatu yang membuat kelompok ini dapat meraih simpatik banyak bangsa di dunia karena pandangannya yang universal dan komprehensif tentang manusia. Meski di waktu yang sama juga membuat kelompok ini banyak dimusuhi oleh banyak pihak di negeri-negeri. Artinya, kelompok tersebut memiliki sesuatu yang mampu menempatkan manusia pada tempat yang semestinya, sesuai dengan fithrah manusia, memuaskan aqal manusia dan memberikan manusia ketenangan naluriah. Secara i’tiqad, keyakinan penuh, bahwa sesuatu yang dimaksud tersebut adalah Islam. Islam mengandung aqidah dan syariah yang mengatur hubungan manusia dengan Allaah, manusia dengan sesama manusia, bahkan terhadap diri manusia itu sendiri, secara harmoni. Jadi, meskipun al Ghuraba merupakan multi ethnics group, ia disatukan oleh satu pemahaman bahwa Islam adalah solusi bagi manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Dari pemaparan singkat diatas, dapat disimpulkan bahwa profil al Ghuraba secara sederhana yaitu suatu kelompok non profit oriented dan multi-ethnics/nationsdengan jejaring global yang beranggotakan muslim dan menjadikan islam sebagai satu-satunya pedoman hidup. Apakah anda melihat Al Ghuraba di sekitar anda? Selamat mencari. (***)

Related posts