by

Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh: Kartika Emillia Putri
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Kartika Emillia Putri

Sebenarnya, mendengar kata Pancasila bukanlah hal asing bagi masyarakat umum. Pancasila telah membumi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pancasila sebagai ideologi negara dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia tentu tak perlu diragukan lagi eksistensinya dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tentu telah menyatu juga serta mendarahdaging dalam setiap sanubari rakyat Indonesia.
Dengan disahkan dan ditetapkan Piagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD 1945, maka lima dasar yang diberi nama Pancasila tercantum di dalamnya. Hanya saja sila “Ketuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dengan demikian, Pancasila menurut Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sebagai berikut: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh.
Adapun Pancasila merupakan suatu produk bangsa yang telah lengkap mengandung nilai-nilai luhur yang dijabarkan kedalam tiap sila. Sila pertama dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” terkandung nilai religius seperti keyakinan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat-Nya yang sempurna. Sila kedua dengan rumusan “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, terkandung nilai kemanusiaan seperti pengakuan terhadap adanya harkat dan martabat manusia. Sila ketiga dengan rumusan “Persatuan Indonesia” memiliki makna cinta tanah air serta rela berkorban untuk kepentingan bagsa dan negara. Selain itu sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengamanahkan kita mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Adapun sila terakhir yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” mengajarkan kita untuk bersikap adil dan menghormati hak-hak orang lain.
Berbicara mengenai teori saja tidak cukup tanpa mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila demi kelestarian eksistensi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia harus dijunjung tinggi, diresapi, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa mengamalkan nilai-nilai Pancasila, maka senantiasa Bangsa Indonesia akan terus mengalami perpecahan dan konflik yang datang dari berbagai wilayah dan kalangan.
Disaat era globalisasi seperti ini mulai timbul berbagai macam permasalahan dan konflik yang mulai mengancam integrasi bangsa, seperti korupsi, nasionalisme yang memudar, budaya asing yang masuk, tawuran antar pelajar, narkoba, serta gaya hidup bebas. Maka, untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Pancasila merupakan sebuah solusi yang paling tepat.
Pancasila telah mencakup semua yang diperlukan oleh Bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila telah menjadi pedoman pandangan hidup masyarakat Indonesia agar dapat hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan baik apabila dipatuhi dan dijalani.
Oleh karena itu, mari kita semua yang mengakui sebagai warga negara Indonesia menjadi agent of change bagi diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Kita dapat memulainya dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam sanubari kita. Menanampun tak cukup rasanya jika tidak diaplikasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena, pada dasarnya Pancasila cocok diterapkan untuk segala usia yakni anak-anak, remaja hingga dewasa. Percayalah, apabila seluruh masyarakat Indonesia telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila, maka akan meminimalisirkan konflik dan perpecahan yang terjadi.(****).

Comment

BERITA TERBARU